Ingin mendapatkan informasi terkini langsung ke WhatsApp Anda? Ikuti Channel saya!

Menggali Potensi Teknologi dalam Pendidikan: Mendalami TPACK dan Taksonomi Digital Bloom

TPACK menjadi kunci penting untuk meningkatkan skill siswa. Temukan 20 aplikasi rekomendasi untuk meningkatkan berpikir siswa sesuai taksonomi Bloom.


Dalam era digital yang terus berkembang, teknologi memiliki peran yang semakin penting dalam pendidikan. Guru-guru di seluruh dunia berusaha untuk memanfaatkan potensi teknologi untuk meningkatkan pembelajaran di dalam kelas. Dua konsep yang sangat relevan dalam hal ini adalah TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dan Taksonomi Digital Bloom.

TPACK mengacu pada pengetahuan tentang bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif dalam mengajar berbagai materi pelajaran. Konsep ini melibatkan pemahaman tentang materi pelajaran yang diajarkan, metode pengajaran yang efektif, dan integrasi teknologi yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Penguasaan TPACK menjadi kunci utama dalam memanfaatkan teknologi dengan baik di dalam kelas.

Selain itu, Taksonomi Digital Bloom merupakan konsep yang memadukan taksonomi Bloom (yang sudah dikenal) dengan kemampuan teknologi yang ada saat ini. Taksonomi ini memberikan kerangka kerja yang jelas tentang bagaimana menggunakan teknologi dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran. Dengan menggunakan taksonomi digital Bloom, guru dapat memanfaatkan berbagai aplikasi dan alat teknologi untuk melibatkan siswa dalam berbagai keterampilan dan tingkatan pemikiran.

Penguasaan TPACK sangat penting bagi pendidik dalam dunia pendidikan. TPACK melibatkan pengetahuan tentang konten yang diajarkan, strategi pengajaran yang efektif, dan integrasi teknologi yang tepat. Dengan penguasaan TPACK, pendidik dapat memanfaatkan teknologi secara efektif untuk meningkatkan pembelajaran siswa.

Dalam era digital, penggunaan teknologi dalam pendidikan memberikan manfaat yang signifikan. Dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang direkomendasikan dalam implementasi taksonomi digital Bloom, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menarik. Aplikasi-aplikasi ini menawarkan berbagai fitur dan alat yang memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, menerapkan pemikiran tingkat tinggi, serta mengembangkan keterampilan kritis, kolaboratif, dan kreatif.

Poster Kegiatan

Salindia materi

Dalam paparan ini, saya bertujuan untuk menggali potensi teknologi dalam pendidikan dengan mendalami konsep TPACK dan Taksonomi Digital Bloom. Saya juga menawarkan 20 aplikasi rekomendasi yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dalam implementasi taksonomi digital Bloom. Rekomendasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan keamanan, biaya, ketersediaan versi edukasi, sumber daya, dan kemudahan penggunaan.

Materi ini dipaparkan pada Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia dengan tema "Pembelajaran dan Eduprenuer Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Teknologi Informasi" di Gedung G FKIP, UNS pada Sabtu, 24 Juni 2023.

Menggali Potensi Teknologi dalam Pendidikan: Mendalami TPACK dan Taksonomi Digital Bloom oleh Eric Kunto Aribowo

Hasil survei

Berikut ini adalah hasil survei singkat terkait penguasaan TPACK para peserta.

Tanya-Jawab

Berikut ini adalah tanya-jawab pada sesi diskusi.

Pertanyaan dari Nurul: Sorotan utama teknologi adalah tentang perannya yang akan menggantikan guru. Bagaimana pendapat pak Eric?
Jawab: Fungsi utama teknologi adalah membantu dan mempermudah tugas guru. Saya pernah bereksperien dalam membuatkan soal latihan untuk anak saya yang duduk di kelas 1 SD untuk menghadapi Penilaian Akhir Sekolah. Saya kemudian membuatkan soal dengan bantuan ChatGPT untuk materi tertentu. Menariknya, ada beberapa soal yang ternyata dikomplain oleh anak saya karena dirasa tidak benar. Jadi, secanggih apapun teknologi tetap tidak akan bisa menggantikan peran guru. Guru memiliki empati, kreativitas, dan pikiran kritis yang tidak dimiliki oleh teknologi. Teknologi hanya mampu membantu dalam tugas-tugas yang berulang dan sederhana. Meskipun saat ini sumber utama pencarian informasi melalui Google, buktinya masih siswa (bahkan orang dewasa) yang belum bisa memilih informasi yang valid dan handal.

Pertanyaan dari Adit: Teknologi memang memiliki dampak positif terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Namun, bagaimana dengan sekolah-sekolah yang ada di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal)? 
Jawab: Pengintegrasian teknologi di dalam kelas memang membutuhkan infrastuktur, alat, dan SDM yang memadai. Artinya, perangkat dan koneksi internet menjadi hal pokok yang harus dipenuhi sebagaimana yang saya sampaikan pada paparan tadi. Kita perlu optimis terkait perkembangan teman-teman di daerah 3T. Pemerintah baru-baru ini juga memilik program pembagian Chromebook Merah-Putih (kalau tidak salah namanya). Program Guru Penggerak juga sebenarnya memiliki andil dalam penyebarluasan dan peningkatan kemampuan guru. Bahkan, salah seorang guru SD di Kalimantan Utara pernah menyampaikan kepada saya, bahwa sekolahnya telah menganggarkan biaya untuk melanggan aplikasi edukasi. Bukankah ini salah satu terobosan yang luar biasa?

Pertanyaan dari Burhan: Aplikasi-aplikasi yang pak Eric sampaikan tadi sangat menarik. Kalau boleh tahu, bagaimana cara efektif dalam mencari rekomendasi aplikasi yang bisa kita manfaatkan untuk keperluan pembelajaran?
Jawab: Anda dapat menggunakan panduan yang saya berikan tadi dalam memilih aplikasi. Namun yang pasti, pertama-tama perlu dipahami fitur atau fungsi utama dari aplikasi tersebut dan pikirkan ide bagaimana implementasinya untuk pembelajaran. Sebagian besar informasi terkait aplikasi edukasi yang baru, saya dapatkan dari Twitter. Silakan bentuk circle yang positif yang mendukung visi kalian sebagai guru. Follow atau ikuti tokoh-tokoh EdTech (misalnya Matt Miller) dan aplikasi edukasi agar kalian mendapatkan update dan strategi pemanfaatan aplikasi tersebut. Gabung pula di komunitas-komunitas guru yang bisa Anda awali dari mengikuti webinar. Professional Learning Network seperti ini akan membantu kalian dalam berakselerasi penguasaan teknologi.

Pertanyaan dari Aris: Bagaimana strategi yang bisa kita lakukan agar pemanfaatan teknologi dapat sukses tanpa meninggalkan sisi pedagogi?
Jawab: Saya menyarankan agar memulainya dari menyusun langkah-langkah pembelajaran yang bermakna dan berdampak. Kalian dapat menggunakan taksonomi Bloom sebagai bantuan dalam menyusunnya. Lalu, coba sisipkan teknologi di antara langkah pembelajaran yang disusun. Pastikan, teknologi atau aplikasi yang digunakan memang bertujuan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Itulah sebabnya TPACK menjadi penting karena kita harus bisa mendesain pembelajaran yang bermakna melalui teknologi, tidak hanya menggunakan teknologi (atau bahkan menguasai teknologi) tanpa diimbangi dengan pembelajaran yang bermakna.

Pertanyaan dari Anggraeni: Salah satu capaian yang ditargetkan dalam pembelajaran tidak hanya sisi kognitif saja, namun juga afektif atau sikap. Bagaimana pendidikan karakter dapat kita implementasikan melalui teknologi?
Jawab: Kalian pasti tahu, kalau netisen Indonesia dikenal paling berisik dan tidak sopan. Dan ini tentunya didominasi oleh kalangan milenial. Membagikan sesuatu tanpa difilter dan memberi komentar negatif layaknya berbicara dengan orang yang dikenal merupakan bukti bagaimana karakter kita dalam menggunakan teknologi. Hal-hal semacam ini sebenarnya bisa dilatih sejak mereka berada di bangku sekolah. Ketika mereka membuat proyek misalnya, saling memberikan komentar konstruktif (bukan untuk menjatuhkan). Sebagai pendidik, kita juga dapat mengevaluasi bagaimana mereka berinteraksi ketika menggunakan teknologi. Ini juga termasuk tugas kita, tidak hanya menggunakan saja namun juga membekali mereka dengan etika-etika digital yang kelak harapannya dapat menjadikan mereka warga global yang berkarakter.

Penutup

Melalui pemahaman yang lebih dalam tentang TPACK dan penerapan taksonomi digital Bloom, diharapkan pendidik dapat memanfaatkan teknologi dengan lebih baik dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi siswa. Penelitian dan pengembangan teknologi pendidikan terus berkembang, dan penguasaan TPACK menjadi landasan penting bagi pendidik untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan potensi teknologi dalam pendidikan.

Dalam kesimpulan, artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang penggunaan teknologi dalam pendidikan dengan mendalami konsep TPACK dan Taksonomi Digital Bloom. Rekomendasi aplikasi yang disajikan dapat menjadi panduan bagi pendidik dalam mengimplementasikan taksonomi digital Bloom dan menciptakan pembelajaran yang inovatif dan relevan di era digital.

Dosen, kadang ngerjain riset, kadang ngisi acara atau pelatihan, namun seringnya berimajinasi.