Sumber Artikel Ilmiah Legal dan Gratis

Langkah awal dalam melakukan riset dan publikasi adalah penelusuran referensi ilmiah. Bagaimana cara akses artikel ilmiah secara legal dan gratis?
Sumber: erickunto.com


Mengapa harus legal?

Langkah awal dalam melakukan riset dan publikasi adalah penelusuran referensi ilmiah. Dengan melakukan penelusuran yang baik kita dapat mengidentifikasi topik-topik mana saya yang telah dilakukan oleh peneliti lain. Dengan membaca artikel, kita juga sering kali mendapatkan ide baru untuk riset-riset kita berikutnya. Nah, pertanyaan pertama hari ini "sudah berapa artikel yang telah Anda baca hari ini?" 😄

Sayangnya, artikel-artikel yang memiliki konten baik atau berkualitas sering kali meminta pembaca untuk membayar. Sebuah kampus negeri bahkan pernah saya mendengar membayar hingga 2 milyar per tahun untuk berlangganan koleksi dari beberapa penerbit besar. Pada umumnya, satu artikel yang terbit di jurnal luar negeri dibandrol dengan harga $39. Anda tidak salah membaca. Betul, itu harga untuk satu artikel. Cukup mahal untuk kantong akademisi di Indonesia yang dana risetnya juga tidak besar.

Bagi akademisi yang bernaung di kampus gajah yang melanggan ke basis data koleksi artikel ilmiah, bukan menjadi masalah berarti. Namun, bagaimana nasib akademisi lain yang belum tentu memiliki akses ke sumber-sumber referensi tersebut?

Jalan pintasnya, biasanya para akademisi rajin mengunjungi sebuah situs yang hanya dengan menempelkan DOI atau tautan sebuah artikel, bim salabim artikel PDF versi fulltext akan diberikan secara cuma-cuma. Namun, sebagian besar tidak menyadari bahwa aktivitas yang dilakukan adalah tindakan ilegal. Beberapa orang mungkin memiliki justifikasi atau alasan tersendiri mengapa hal ini dilakukan. 

Namun, apapun alasannya tetap saja aktivitas yang dilakukan adalah pelanggaran hak cipta dan pelanggaran hak cipta berarti melanggar undang-undang. Buktinya, tuntutan hukum dari beberapa negara serta berpindahnya domain tersebut ke beberapa laman lainnya.

Bagi Anda yang masih mengakses menggunakan cara ini, boleh-boleh saja. Itu keputusan Anda. Namun, jangan lupa bahwa itu adalah tindakan berisiko dan pastikan Anda berani mempertanggungjawabkan ketika suatu saat ada pihak-pihak yang menghubungi Anda.

Beberapa waktu lalu, saya pernah membahas tentang situs ini. Björk (2017) menyebutnya dengan istilah black open acces. Materi dan video rekaman dan penjelasan "Open Access: dari Green OA sampai Black OA" secara lebih lengkap dapat diakses di sini.

Illegal, or “black open access”, provides access to a large part of the pay‐walled article output which cannot be found in repositories (Björk, 2017).

Akses black open access sering kali ditemukan via: academic social network seperti ResearchGate dan Academia serta pirate copy site (Sci-Hub).

Tiga alasan mengapa mengakses via Sci-hub ilegal

Beberapa sumber artikel ilmiah legal dan gratis

Namun, sebenarnya masih banyak sumber-sumber yang bisa kita akses secara legal dan gratis untuk mendapatkan fulltext artikel. Ya, kita dapat melakukan cara-cara terpuji lainnya tanpa harus melanggar hak cipta. Mengapa? Tentu sebagai akademisi kita sudah selayaknya menghormati kekayaan intelektual pihak lain bukan? Nah, berikut beberapa sumber referensi yang menjadi langganan saya saat mengakses artikel ilmiah.

Sumber: erickunto.com

Perpusnas

Kampus Anda tidak melanggan basis data jurnal ilmiah berbayar? Tidak perlu kuatir. Sudah sejak beberapa tahun terakhir ini Perpustakaan Nasional melanggan beberapa penerbit besar dunia seperti ScienceDirect, Sage, Brill, Springer, Wiley, Taylor and Francis, dlsb. Menurut pengalaman saya, koleksi yang dilanggan juga lumayan banyak. Dengan menggunakan akses dari Perpusnas ini, Anda tidak perlu kuatir tentang legalitasnya karena setiap akses ke basis data, Anda senantiasa login menggunakan akses dari keanggotaan Anda di Perpusnas.

Menariknya, tidak hanya dosen yang diberi akses ke keanggotaan Perpusnas. Siswa (minimal SMA), guru, mahasiswa, bahkan masyarakat umum bisa mendapatkan keanggotaan di Perpusnas (semoga kebijakannya belum berubah). Lebih detil terkait keanggotaan Perpusnas silakan kunjungi tautan ini. Jangan lupa, daftarkan diri Anda sebelum mengakses melalui pintu dari Perpusnas ini. Siapkan identitas diri Anda seperti Kartu Pelajar, KTM, KTP, atau identitas lain sebelum melakukan pendaftaran.

Koleksi yang dilanggan atau dimiliki oleh Perpusnas

Setelah melakukan pendaftaran, Anda dapat langsung mencoba mengakses beberapa penerbit besar dan koleksi nusantara secara gratis melalui tautan e-resources ini. Akan lebih menarik memang jika Indonesia melanggan dengan satu pintu melalui Perpusnas sehingga alokasi biaya langganan jurnal per kampus dan lembaga bisa digunakan untuk belanja yang lain; atau ditambahkan ke Perpusnas sehingga koleksinya akan semakin kaya.

Garuda RistekBRIN

GarudaRistekBRIN yang dahulu disebut Portal Garuda merupakan portal yang menampung karya-karya ilmiah yang diterbitkan di Indonesia. Sebagaimana akronimnya, Garba Rujukan Digital menjadi etalase karya ilmiah jika Anda tertarik menemukan artikel jurnal dan/ makalah konferensi yang sebagian besar ditulis oleh penulis Indonesia.

Saat tulisan ini dirilis, setidaknya Garuda memiliki koleksi 1.416.685 artikel yang diterbitkan oleh 12.389 jurnal; serta 161 seminar atau konferensi.

Untuk mengakses Garuda, Anda tidak perlu mendaftarkan akun terlebih dahulu. Silakan masukkan kata kunci pencarian atau subjek yang ingin Anda temukan. Jika Anda mengklik bagian Advanced Search, penelusuran berdasarkan judul, abstrak, penulis, jurnal, dan penerbit dapat dilakukan dengan lebih rinci. Sebagai gambaran, Anda dapat menyaksikan video berikut ini.

Indonesia OneSearch

Sebelum beralih ke koleksi artikel jurnal asing, saya ingin memperkenalkan (bagi yang belum kenal) sebuah portal yang menghimpung koleksi perpustakaan yang ada di Indonesia. Sebagaimana ditulis pada tagline-nya

Satu pintu pencarian untuk semua koleksi publik dari perpustakaan, museum, arsip, dan sumber elektronik di Indonesia.

Pada laman resminya, iOS yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional RI ini memiliki koleksi 9.717.707 unik entri dan 13.914.001 entri dengan duplikat di dalam Indonesia OneSearch. Koleksi ini dikumpulkan dengan metode harvesting otomatis dari repositori milik organisasi mitra, yang berasal dari berbagai sektor.

Meskipun Indonesia OneSearch setahu saya tidak memanen data dari artikel jurnal, namun Anda bisa memanfaatkannya untuk menelusuri skripsi, tesis, dan/ disertasi terkait riset yang Anda tekuni saat ini. Saat ini slogan "Sejauh pengamatan penulis, topik riset dengan tema ini belum pernah dilakukan sebelumnya" tidak akan berlaku jika Anda belum melakukan penelusuran melalui Indonesia OneSearch.

DOAJ

Sahabat karib DOAB, DOAJ merupakan direktori jurnal open access terbesar di dunia. Artinya, Anda dapat mengunduh artikel-artikel yang dikarang oleh berbagai penulis dari penjuru dunia tanpa perlu mengeluarkan rupiah sedikit pun. Bahkan, Anda tidak perlu melakukan pendaftaran akun.

Tidak perlu basa-basi, silakan kunjungi di laman resminya https://doaj.org. Beberapa minggu lalu, DOAJ merilis antar muka dan logo baru. Meskipun tidak jauh berbeda, namun gambaran akses jurnal ilmiah dari DOAJ seperti pada video ini.

Saat tulisan ini diketik, DOAJ mengklaim memiliki koleksi 6.379.607 artikel dari 126 negara dengan 80 bahasa.

Paperity

Sedikit berbeda dengan DOAJ, Paperity merupakan agregator. Jika artikel jurnal yang ingin masuk di DOAJ dilakukan melalui pendaftaran, Paperity secara otomatis merayapi artikel-artikel yang memiliki bersifat open access. Sebagaimana tercantum pada halaman About, Paperity bekerja sama dengan EBSCO, Worldcat, Altmetrics, dlsb.

Telusuri artikel ilmiah yang Anda cari di antara 7.947.179 artikel dari 16.453 jornal di dunia melalui https://paperity.org. Anda juga dapat memasang aplikasi Paperity untuk iOS maupun Android secara gratis.

Unpaywall

Unpaywall merupakan add-on atau pengaya browser yang dapat membantu kita menemukan preprint dan/ postprint sebuah karya ilmiah. Dengan memasang Unpaywall, Anda akan dibantu untuk menemukan artikel versi preprint atau postprint dari sebuah artikel dari 20 juta koleksi yang terintegrasi.

Apa itu preprint? Apa itu postprint?

Perjalanan sebuah draf artikel menjadi artikel ilmiah yang diterbitkan tentunya melalui proses editorial di jurnal. Bagian inti dari proses ini adalah menjamin bahwa hasil penelitian yang disampaikan oleh penulis memenuhi prinsip dan kaidah ilmiah yang dikenal dengan istilah peer-review. Draft artikel yang dikirim, minimal akan menjalani proses review dari dua orang atau lebih reviewer yang berbeda, yang memang berkecimpung pada topik tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan feedback positif terhadap manuskrip tersebut.

Secara sederhana, preprint merupakan naskah awal kita sebelum mendapatkan tambahan komentar dari para reviewer. Jadi, preprint adalah versi asli manuskrip kita. 

Adapun postprint adalah versi revisi artikel yang telah diberi masukan oleh para reviewer; serta telah dinyatakan terbit. 

Konten artikel versi final dengan layout penerbit sama dengan yang ada di postprint. Hanya saja, postprint tidak mendapat perwajahan dari tangan pengelola jurnal. Pada beberapa jurnal berbayar, para penulis bahkan didorong untuk mengunggah pre/postprint artikel mereka. Silakan cermati masing-masing kebijakan jurnal yang akan Anda tuju. Jika memang diperkenankan mengunggah pre/postprint (terkadang ada masa embargo), silakan menunggahnya di preprint server.

Beberapa preprint server yang marak digunakan (Kramer, 2019)

Bianca Kramer (2019) setidaknya menyebutkan ada 44 preprint server di dunia saat ini. Tentunya jumlah ini akan semakin meningkat seiring era keterbukaan riset saat ini. Di Indonesia, kita memiliki preprint server dengan sistem mirip OJS https://rinarxiv.lipi.go.id hasil besutan teman-teman di Good Science Indonesia yang didukung oleh LIPI.

Jika Anda tertarik mengetahui lebih lanjut tentang preprint, silakan akses materi dan video rekaman pelatihan "Preprint dan Manajemen Data Riset" yang dilaksanakan pada Senin, 26 Agustus 2019 silam di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM. 

Video berikut ini menunjukkan cara kerja Unpaywall menemukan pre/postprint artikel yang kita cari.

Suplemen

Masih ada beberapa cara lagi untuk mendapatkan artikel jurnal yang Anda inginkan. Selain cara-cara yang telah saya sampaikan di atas, berikut ini beberapa alternatif yang juga bisa Anda coba. Karena menurut pengalaman saya, ada artikel yang didapatkan dari pintu A, namun gagal menggunakan pintu B. Karena saat ini Anda sudah memiliki banyak pintu, tinggal Anda mau atau tidak mengaksesnya atau tetap memilih menggunakan cara ilegal seperti yang dibahas di awal artikel ini.

OA Button

Cara kerja Open Access Button mirip dengan Sci Hub. Anda tinggal menuliskan URL, DOI, Pubmed ID, judul pada bar pencarian. 

OA Button melakukan agregasi dari repositori terbuka di seluruh dunia, baik artikel dari jurnal hybrid, jurnal open access, dan beberapa laman web resmi para author yang membagikan karyanya.

OA Buttons juga mengklaim bahwa mereka tidak menggunakan konten dari ResearchGate atau Academia.edu. Penasaran bagaimana kerjanya? Silakan cek video tutorial berikut ini.

Kopernio

Mirip seperti Unpaywall, Kopernio yang sekarang bernama EndNote Click dapat menemukan artikel yang dapat diakses dari artikel berbayar. Anda dapat mendaftar Kopernio melalui tautan ini lalu pasang add-on di peramban favorit Anda.

Sumber ebook legal dan gratis

Pada artikel sebelumnya, saya juga telah membahas mengenai sumber-sumber referensi yang dapat digunakan untuk mengunduh fulltext ebook secara gratis dan legal. Jika Anda ingin mencoba menggunakan platform-platform rekomendasi saya dan mulai mengurangi akses ke ebook yang Anda tidak ketahui aksesnya legal atau tidak, silakan ikuti tutorialnya di tautan ini.

Jika Anda memiliki cara atau alternatif lain untuk mendapatkan artikel secara legal, jangan segan-segan untuk berbagi pengalaman dengan mencantumkannya pada kolom komentar di bawah ini.

Baca Juga