Perbandingan Bahasa Nusantara

Sumber: erickunto.com


Identitas Mata Kuliah

  • Fakultas/Program Studi: FKIP/Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah
  • Mata Kuliah: Perbandingan Bahasa Nusantara (PBJ 4116)
  • Jumlah SKS: 2 SKS
  • Mata Kuliah Prasyarat: –
  • Dosen Pengampu: Dr. Eric Kunto Aribowo, S.S., M.A.

Deskripsi Mata Kuliah

Dalam perkuliahan ini dibahas mengenai telaah perbandingan bahasa-bahasa yang ada di Nusantara mulai dari fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon yang kemudian diperbandingkan sehingga menemukan persamaan dan perbedaan di antara bahasa-bahasa tersebut. Dengan demikian, tumbuh semangat cinta tanah air dalam kondisi multikultural.

Standar Kompetensi

Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu: (1) mengenal bahasa-bahasa dan asal-usul penduduk Nusantara, (2), mengidentifikasi rumpun bahasa (3) menerapkan metode perbandingan bahasa, dan (4) menunjukkan karakteristik bahasa-bahasa Nusantara dan memperbandingkannya.

Pokok Bahasan

TM Pokok Bahasan Rincian Waktu
1 Kontrak perkuliahan Ruang lingkup perkuliahan 100 menit
2 Bahasa dan asal-usul Nusantara Bahasa-bahasa di Nusantara, asal-usul penduduk Nusantara 100 menit
3 Linguistik Historis Komparatif Sejarah LHK dan tokoh-tokohnya, rumpun bahasa, rekonstruksi bahasa 100 menit
4,5,6,7 Perbandingan bahasa Metode perbandingan bahasa, teknik leksikostatistik, pengumpulan data 400 menit
8 Ujian Tengah Semester Ujian Tengah Semester 100 menit
9-15 Bahasa-bahasa Nusantara Bahasa-bahasa di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera600 menit
16 Ujian Akhir SemesterUjian Akhir Semester100 menit

Referensi

Wajib

  1. Ardiwinata (Daeng Kanduruan) dan Daeng Kanduruan Ardiwinata. 1984. Tata Bahasa Sunda. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Dalby, Andrew. 2006. Dictionary of Languages: The Definitive Reference to More Than 400 Languages. London: A & C Black.
  3. Durasid, Durje dan Jantera Kawi. 1978. Bahasa Banjar Hulu. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Fernandez, Inyo Yos. 1996. Relasi Historis Kekerabatan Bahasa Flores: Kajian Linguistik Historis Komparatif terhadap Sembilan Bahasa di Flores. Flores: Nusa Indah
  5. Hapip, Abdul Djebar, Djantera Kawi, dan Basran Noo. 1981. Struktur Bahasa Banjar Kuala. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  6. Ibrahim, Abdul Syukur. 1985. Linguistik Komparatif: Sajian Bunga Rampai. Surabaya: Usaha Nasional.
  7. Kaseng, Syahruddin. 1979. Bahasa-bahasa di Sulawesi Tengah. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  8. Keraf, Gorys. 1991. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia.
  9. Mecer, A. R. 1992. Struktur Bahasa Dayak Krio. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  10. Moehnilabib, M. 1979. Morfologi dan Sintaksis Bahasa Madura. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  11. Muhajir. 2000. Bahasa Betawi: Sejarah dan Perkembangannya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  12. Nio, Be Kim Hoa. 1979. Morfologi dan Sintaksis Bahasa Minangkabau. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  13. Parera, Jos Daniel. 1991. Kajian Linguistik Umum Historis Komparatif dan Tipologi Struktural. Jakarta: Erlangga.
  14. Robins, Robert Henry. 1983. Sistem dan Struktur Bahasa Sunda. Jakarta: Djambatan.
  15. Suasta, I. B. Made. 1997. Struktur Bahasa Bali. Bali: Jurusan Sastra Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.
  16. Subroto, Edi. 1991. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Jawa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  17. Uhlenbeck, E. M. 1982. Kajian Morfologi Bahasa Jawa. Jakarta: Djambatan.
  18. Warna, I Wayan. 1984. Tata Bahasa Bali. Denpasar: Mabhakti Offset.
  19. Wedhawati, dkk. 2006. Tata Bahasa Jawa Mutakhir. Yogyakarta: Kanisius.

Anjuran

  1. Kridalaksana, Harimurti. 1984. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.
  2. Richards, Jack dkk. 1989. Longman Dictionary of Applied Linguistics. Longman: Longman Group UK Limited.
  3. Marsono. 1998. “Morfem Tindakan Bahasa Jawa dalam Perbandingan dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah yang Lain” dalam Jurnal Humaniora No. 7 Januari—Maret 1998. hal. 76—81.
  4. Sunarso. 2000. “Bentuk Krama Bahasa Jawa Dialek Banyumas dan Bahasa Jawa Dialek Yogyakarta-Surakarta Sebuah Perbandingan” dalam Jurnal Humaniora No. 1/2000. hal. 31—37.

Evaluasi Hasil Belajar

  • Partisipasi dan Kehadiran = 10%
  • Keaktifan = 20%
  • Tugas = 20%
  • Ujian Tengah Semester = 25%
  • Ujian Akhir Semester = 25%