Instalasi Zotero dan Plugin Microsoft Office Word

Berisi tutorial instalasi Zotero dan plugin di Word untuk membuat daftar pustaka secara otomatis. Tinggalkan cara manual dalam menulis daftar pustaka.

Sumber: erickunto.com

Bagi kalangan akademisi, berkutat dengan artikel ilmiah, buku referensi, makalah prosiding, dlsb. merupakan hal rutin yang tidak dapat dihindarkan. Referensi-referensi ini digunakan tidak hanya sebagai suplemen bahan perkuliahan namun juga sebagai rujukan dalam melakukan riset dan publikasi. Di Indonesia ada dua Reference Managemenet Software (RMS) atau software pengelolaan referensi yang populer, Mendeley dan Zotero. Khusus di artikel ini saya akan mengulas terkait Zotero. Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang Mendeley silakan kunjungi erickunto.com/p/mendeley.html

Apa itu RMS?

Sebelum menjelaskan beberapa manfaat RMS dalam siklus riset dan publikasi, ada baiknya kita mengenal lebih dulu apa itu RMS. Menurut AJE Scholar, Reference Management Software atau RMS merupakan:

RMs are software packages designed for scholars and authors to build local libraries that they can then use to organize, sort, and reference when writing. RMs can typically be “plugged in” directly to the researcher’s word processing software or web browsers. By inserting code associated with a given reference, such RMs will automatically create bibliographies formatted to a journal or style manual’s specific requirements.

Pada prinsipnya, RMS merupakan sebuah software yang dapat membantu kita dalam mengelola referensi, membuat daftar pustaka otomatis serta dapat mengubah gaya kutipan satu ke gaya kutipan lain, misalnya dari APA ke Chicago dengan mudah hanya dengan sekali klik. Gaya kutipan ini akan berbeda berdasarkan bidang ilmu tertentu, bahkan penerbit tertentu memiliki gaya kutipan yang khas. Jika Anda masih meyakini hanya ada satu tipe dalam menulis kutipan, coba cermati ilustrasi berikut ini.

Daftar pustaka dengan gaya APA Edisi 6
Aribowo, E. K. (2020). Personal Name and Lineage: Patronym of Arab Descent in Indonesia. Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English, 6(2), 143–156. https://doi.org/10.31332/lkw.v0i0.2006

Daftar pustaka dengan gaya Chicago Manual Edisi 17
Aribowo, Eric Kunto. 2020. “Personal Name and Lineage: Patronym of Arab Descent in Indonesia.” Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English 6 (2): 143–56. https://doi.org/10.31332/lkw.v0i0.2006.

Bagaimana? Sudah menemukan persamaan dan perbedaan dari kedua daftar pustaka di atas? Cermati pula penulisan cetak miring, spasi, nama penulis, dan tahun terbit. 

Dengan menggunakan RMS kita dapat menghemat waktu dan tenaga untuk kegiatan produktif lainnya daripada waktu dialokasikan untuk mengedit dan mencermati daftar pustaka yang kita buat secara manual sudah ditulis dengan benar atau belum. Selain fungsinya untuk membuat daftar pustaka secara otomatis, masih banyak lagi manfaat RMS seperti yang akan saya paparkan di bawah ini.

Apa manfaat penggunaan RMS?

Sebelum tahun 2010, melakukan riset dan publikasi memang sebagian besar dilakukan dengan cara-cara manual. Termasuk di dalamnya aktivitas melakukan pencarian referensi, mengunduh referensi, memberi catatan dari artikel yang telah dibaca, bahkan hingga melakukan kutipan dan membuat daftar pustaka secara manual dengan mengetik satu per satu. Fenomena yang sering ditemukan adalah ada kutipan yang dirujuk di badan teks, tetapi tidak tercantum di daftar pustaka; begitu pula sebaliknya. Hal ini belum termasuk kesalahan penulisan nama penulis, judul artikel, dan item-item yang dituliskan pada daftar pustaka. Nah, jika Anda ingin menghindari kesalahan-kesalahan teknis semacam ini ada baiknya Anda mulai mengenal dan mempelajari RMS. Jika Anda masih ragu melakukannya, berikut saya sampaikan beberapa manfaat menggunakan RMS.

Menyimpan dan mengelola referensi

Sebelum mengenal RMS, saya pun masih melakukan pengelolaan referensi secara manual. Buktinya, skripsi saya yang ditulis di tahun 2009 dan tesis saya yang selesai digarap tahun 2011 juga masih mengutip dengan cara manual. Saya berharap Anda tidak mengulangi apa yang saya lakukan.

Awalnya, dalam mengelola referensi secara manual, setelah saya unduh sering kali file PDF tersebut saya kategorikan berdasarkan kesamaan topik ke dalam suatu folder tertentu. Mengganti nama file dengan judul menjadi rutinitas stelah mengunduh file dengan maksud agar lebih mudah dalam melakukan pencarian ketika saya membutuhkan dan berencana membaca artikel tersebut. Anda bisa bayangkan berapa banyak tenaga dan waktu yang telah saya keluarkan untuk hal-hal semacam ini. 😄

RMS ini memiliki fungsi untuk mengelola referensi yang Anda miliki sehingga Anda dapat mengimpor, mengklasifikasikan, dan mencari dengan lebih mudah daripada melakukan pencarian melalui Windows Explorer di Windows maupun Finder di Mac. Dengan kata lain, Anda cukup mengimpor semua koleksi PDF yang telah Anda miliki ke dalam RMS, membuat koleksi (atau folder) di dalam RMS sesuai kebutuhan Anda (misal sesuai agenda riset, topik yang relevan, dlsb), dan bahkan membaca PDF artikel dari RMS tersebut. Ini layaknya Anda memiliki sebuah perpustakaan digital dengan koleksi yang terkategorisasi berdasarkan subjek tertentu seperti perpustakaan pada umumnya. Intinya, semua hal terkait referensi dilakukan di satu pintu. Menarik bukan?

Jika Anda masih kesulitan untuk membayangkannya, aktivitas di bawah ini dapat dilakukan dengan menggunakan RMS, seperti:

  • mengurutkan referensi berdasarkan nama penulis, tahun terbit, nama jurnal, dlsb.
  • menemukan referensi dengan kata kunci tertentu yang tercantum di judul, abstrak, maupun kata kunci yang ada di referensi, bahkan yang terdapat di fulltext artikel
  • menemukan referensi beserta file duplikat
  • membaca artikel tanpa harus berpindah software
  • menambahkan referensi hanya dengan berbekal nomor DOI dan ISBN
  • beberapa RMS bahkan menyediakan fitur pencarian di basis data maupun katalog tertentu sehingga kita tidak perlu mengetik metadata (nama penulis, judul artikel, dlsb.) secara manual karena akan terisi secara otomatis

Memberi highlight dan catatan penting atau anotasi

Sebagaimana yang saya sampaikan sebelumnya, jika kita memiliki PDF fulltext dari referensi yang akan kita gunakan, kita dapat menyimpannya langsung ke RMS. Beberapa RMS seperti Mendeley dan Zotero juga menyediakan build-in PDF Reader agar pengguna dapat langsung membaca tanpa harus beralih atau membuka file PDF menggunakan software lain. Selain dapat membaca langsung artikel melalui RMS, ada fitur lain yang sangat bermanfaat saat kita melakukan proses membaca yakni memberi tanda dengan warna-warna tertentu dan catatan penting hasil pembacaan kita. Artinya, kita tidak perlu lagi mencetak artikel tersebut dan memberi catatan menggunakan pensil atau bolpoin pada kertas yang digunakan untuk mencetak. Kelebihannya, jika suatu saat kita membuka artikel itu kembali, highlight dan anotasi yang kita bubuhkan sebelumnya masih tersimpan.

Highlight dan anotasi di Zotero

Membuat kutipan dan daftar pustaka secara otomatis 

Setelah Anda menyimpan referensi, membaca dan memberi highlight dan/ anotasi tentunya Anda akan menggunakan referensi tersebut di dalam artikel yang Anda tulis. Dengan menggunakan RMS, kita tidak perlu mengetikkan nama penulis dan tahun terbit secara manual. Kita hanya perlu "memanggil" referensi yang telah tersimpan di RMS dan secara otomatis nama penulis dan tahun terbit akan muncul di dokumen. Namun yang perlu diingat, semua referensi yang akan dikutip sudah harus tersimpan di RMS serta informasi seperti nama penulis, tahun terbit, judul artikel, dlsb. sudah benar sesuai dengan referensi tersebut. Singkatnya RMS juga dapat membantu kita untuk membuat kutipan dan daftar pustaka secara otomatis. Betul, Anda tidak salah baca. Otomatis! Berapapun jumlahnya, baik puluhan bahkan ratusan referensi dapat dibuat secara otomatis hanya dalam hitungan detik.

Untuk memanggil referensi yang akan kita kutip, kita dapat mengetikkan nama penulis, judul artikel, atau kata kunci tertentu. Kemudian RMS akan menampilkan hasil temuan dari pencarian. Kita dapat memilih artikel mana yang akan kita gunakan. 

Menariknya, jika kita tidak ingat nama penulis maupun judul artikel yang ingin kita kutip, kita cukup mengetik kata kunci dari klaim atau pernyataan baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris (tergantung koleksi pustaka Anda) karena hasil pencarian ini termasuk menemukan pencarian dari abstrak artikel (jika tersedia di koleksi Anda). Oleh karena itu, usahakan melengkapi abstrak dari referensi-referensi utama yang kemungkinan besar akan Anda gunakan untuk proyek penulisan.

Tutorial menambahkan plugin Microsoft Word yang ada di Zotero akan saya sampaikan di bagian akhir artikel ini.

Menu input kutipan berdasarkan nama akhir penulis

Selain dapat membantu membuat kutipan, RMS juga dapat membuat daftar pustaka secara otomatis hanya dengan beberapa klik. Artinya, kita tidak perlu lagi mengetikkan satu per satu semua referensi yang kita gunakan untuk daftar pustaka. Selain menghemat waktu, kita juga dapat terhindar dari kesalahan teknis dalam penulisan referensi. 

Di Zotero, Anda dapat membuat daftar pustaka hanya dengan satu klik melalui opsi Add Bibliography yang ada di bagian kiri atas pada layar Microsoft Word seperti tampak pada gambar di bawah.

Daftar pustaka yang terblok bukti pembuatan menggunakan RMS


Perbedaan utama kutipan dan daftar pustaka yang dibuat menggunakan RMS dengan cara manual adalah Anda akan mendapati semua kutipan dan daftar pustaka akan terblok sebagaimana ilustrasi di atas. Cara mengeceknya cukup mudah. Anda cukup mengarahkan kursor ke kutipan dan/ daftar pustaka di dokumen Anda. Jika teks tersebut tersorot abu-abu seperti gambar di atas, artinya Anda telah berhasil membuat kutipan dan daftar pustaka menggunakan RMS. Jika tidak terblok atau tampil sebagaimana teks lain, tandanya Anda mengutip secara manual dengan cara mengetikkan nama penulis dan tahun terbit.

Berganti ke gaya kutipan lain dengan mudah

Jika Anda berencana menulis artikel ilmiah untuk sebuah jurnal atau konferensi maka Anda baiknya menggunakan RMS dalam rangka menghindari kesalahan dalam penulisan kutipan dan daftar pustaka. Setiap penerbit atau jurnal pasti mengacu pada gaya kutipan tertentu yang biasanya merujuk pada gaya kutipan yang lazim digunakan di bidang ilmu tersebut. Bidang ilmu humaniora misalnya lazim menggunakan gaya APA, bidang teknik komputer misalnya dengan gaya IEEE, dlsb. 

Meskipun demikian, terkadang ada beberapa jurnal yang menggunakan gaya kutipan yang berbeda meskipun dalam cakupan bidang ilmu yang sama. Beberapa jurnal bidang linguistik misalnya, ada yang menggunakan gaya kutipan APA contohnya Langkawi; Turabian seperti Arabiyat; dan Chicago misalnya Leksema. Mengapa bisa berbeda-beda? Saya persilakan Anda untuk bertanya ke pengelola jurnal masing-masing. 😄

Sebagai penulis, kita juga akan terlibat dengan berbagai macam gaya kutipan yang berlaku di bidang keilmuan kita masing-masing. Suatu ketika misalnya, artikel yang telah kita kirim ke sebuah jurnal dinyatakan ditolak. Dalam istilah bisnis publikasi biasanya disebut resubmit elsewhere. Tentu kita akan mencari otlet publikasi lainnya bukan? Kemungkinan besar, gaya selingkung termasuk gaya kutipan jurnal berikutnya akan berbeda dengan selingkung jurnal pertama. Ini berarti kita perlu menyunting dan menyesuaikan gaya selingkung beserta gaya kutipan berdasarkan panduan di jurnal kedua. Dengan RMS, kita dapat dengan mudah mengganti gaya kutipan satu ke gaya kutipan lain hanya dengan sekali klik. Bayangkan betapa repotnya jika kita menuliskannya secara manual.

Piranti riset bibliometrik

Manfaat terakhir ini mungkin belum banyak diketahui oleh para akademisi karena memang riset terkait bibliometrik sering kali menjadi lahan subur para pustakawan. Riset bibliometrik memanfaatkan data bibliografi atau metadata artikel jurnal untuk mengetahui performa penulis, berkala ilmiah, bahkan tren riset pada topik atau jurnal ilmiah tertentu.

Saat ini saya sedang melakukan riset bibliometrik memanfaatkan RMS terhadap artikel-artikel yang diterbitkan di jurnal nasional, khususnya yang berkaitan dengan "linguistik Arab". Pada riset ini saya ingin mengetahui siapa penulis paling produktif, jurnal ilmiah yang menjadi sasaran para penulis, tren riset linguistik Arab lima tahun terakhir, serta sebaran riset berdasarkan rumpun ilmu linguistik. Mudah-mudahan akhir bulan ini selesai dan insight-nya dapat segera saya posting untuk artikel berikutnya.

Dua tahun lalu saya pernah melakukan riset bibliometrik. Jika Anda tertarik membaca artikel saya yang bertajuk "Analisis Bibliometrik Berkala Ilmiah Names: Journal of Onomastics dan Peluang Riset Onomastik di Indonesia" silakan klik tautan ini. Meskipun secara khusus artikel tersebut tidak menggunakan RMS sebagai salah satu perangkat analisis, setidaknya Anda akan mendapatkan gambaran sederhana mengenai apa itu bibliometrik.

Instalasi Zotero dan Plugin di Microsoft Word

Saya yakin Anda sudah tidak sabar untuk segera mencoba mempraktikkan menggunakan RMS untuk artikel Anda berikutnya. Pada tutorial ini, saya akan membahas secara khusus mengenai cara memasang Zotero dan plugin di Microsoft Office Word. Sebelum mengunduh Zotero, pastikan Anda telah mencermati dua poin penting di bawah ini.

Sistem operasi yang dibutuhkan

Zotero termasuk RMS yang mendukung banyak sistem operasi. Pengguna dapat dengan mudah memasang Zotero di perangkat komputer dengan sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Bahkan, baru-baru ini Zotero mengembangkan aplikasi untuk versi iOS yang dapat digunakan untuk iPhone dan iPad. Informasi lebih lengkap mengenai hal ini dapat dibaca pada artikel ini.

Sebelum memasang Zotero, silakan cek sistem operasi yang Anda gunakan saat ini. Saya menyarankan Anda juga mengetahui nama sistem operasi berikut versinya. Misalnya, saat ini saya menggunakan sistem operasi macOS BigSur 11.2.1 (20D74). Biasanya Anda dapat menemukannya di bagian About. Informasi ini sangat penting disampaikan ketika kita mengalami kendala atau error saat menggunakan Zotero. Biasa jadi, kendala terjadi hanya di sistem-sistem operasi tertentu. Oleh karena itu, silakan ingat sistem operasi yang Anda gunakan.

Aplikasi pengolah kata yang didukung

Anda tidak perlu kuatir dengan aplikasi pengolah kata yang didukung oleh Zotero. Microsoft Office Word, LibreOffice, bahkan Google Docs merupakan aplikasi yang telah didukung Zotero hingga saat ini. Jika Anda belum memiliki lisensi resmi atau original dari Microsoft Office, saya sarankan Anda menggunakan LibreOffice karena gratis dan open source

Integrasi dengan Google Docs menjadi salah satu keistimewaan Zotero yang belum didukung oleh Mendeley dan EndNote saat ini, sejauh pengamatan saya. Di era kolaborasi seperti saat ini, kita dapat dengan mudah berbagi dokumen sekaligus membuat kutipan menggunakan RMS. Kita tidak perlu lagi berbagi file dokumen melalui email karena kita dapat bekerja secara real-time menggunakan Google Docs.

Cara memasang Zotero

Berikut ini tutorial singkat cara memasang Zotero di laptop maupun PC.

  1. Kunjungi laman zotero.org/download
  2. Secara otomatis sistem akan mendeteksi sistem operasi yang Anda gunakan. Jika belum sesuai, Anda dapat memilih sesuai dengan sistem operasi Anda. Versi Zotero terbaru saat ini adalah versi 5 

  3. Klik Download lalu tunggu sejenak hingga proses unduh selesai
  4. Buka file lalu klik Install dan Next sebagaimana proses instalasi umumnya. Tunggu hingga proses instalasi selesai

Beberapa hal penting

Beberapa hal yang perlu dilakukan setelah Anda memasang Zotero antara lain:
  • instal juga Zotero Connector melalui tautan ini. Zotero connector memungkinkan pengguna untuk mengimpor referensi secara langsung melalui peramban (seperti Safari, Chrome, Edge) dari laman suatu jurnal maupun laman web tertentu. Anda tidak perlu mengunduh PDF terlebih dahulu lalu mengimpornya ke Zotero karena Zotero connector akan langsung mengimpor setiap referensi yang Anda tambahkan ke koleksi pustaka Anda, termasuk fulltext PDF jika artikel tersebut open access.
  • memasang plugin gratis untuk meningkatkan performa Zotero. Beberapa plugin yang saya rekomendasikan di antaranya Scite dan ZotFile. Silakan akses tautan ini untuk mengunduh plugin yang ada di Zotero.
  • mendaftarkan akun untuk sinkronisasi data referensi di cloud Zotero. Untuk akun gratis, Zotero menyediakan 300 MB agar pengguna dapat menyimpan koleksi referensinya dalam rangka sinkronisasi perangkat laptop yang berbeda dengan menggunakan akun yang sama. Meskipun kuota atau spasi yang diberikan sangat terbatas, Anda dapat mencoba layanan ini dengan melakukan pendaftaran melalui tautan ini.

Cara memasang plugin Zotero di Microsoft Word

Setelah melakukan instalasi, ada satu langkah lagi yang perlu dilakukan jika pengguna ingin menggunakannya untuk membuat kutipan dan daftar pustaka. Anda diharuskan memasang plugin atau tambahan yang ada di aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word dan LibreOffice. Untuk memasang plugin ini, Anda tidak perlu terhubung dengan internet. Caranya cukup mudah seperti skenario berikut.
  1. Buka Zotero
  2. Temukan menu Zotero > Preferences 
  3. Temukan menu cite > word processor 
  4. Klik instal Microsoft Word Add-in

Catatan akhir

Selamat, akhirnya Anda berhasil melakukan instalasi Zotero berikut plugin untuk Microsoft Word dengan sukses. Jika Anda mengalami kendala atau error saat melakukan instalasi, jangan segan-segan untuk melayangkan pertanyaan di kolom komentar.

Untuk tutorial berikutnya tentang cara impor dan pengelolaan referensi di Zotero silakan kunjungi tautan ini. Jika Anda tidak ingin ketinggalan artikel-artikel yang tayang di web ini, silakan isikan alamat email Anda di Nawala Digital yang terletak di sidebar kanan atau di bawah artikel ini untuk pengiriman notifikasi artikel terbaru langsung melalui email Anda.

Baca Juga