Ingin mendapatkan informasi terkini langsung ke WhatsApp Anda? Ikuti Channel saya!

AI Boleh Dipakai untuk Menulis Artikel Ilmiah? Cek Dulu Aturan Penerbitnya!

Ringkasan kebijakan 13 penerbit tentang penggunaan AI dalam riset dan publikasi, dari literature review hingga peer review.
Foto oleh JuanMa dari Pexels

 

AI sekarang sudah menjadi bagian dari keseharian peneliti. Mencari literatur, menerjemahkan teks, memperbaiki tata bahasa, membantu menulis kode (coding), menganalisis data, sampai menyusun draf artikel, semuanya bisa dilakukan dengan bantuan AI.

Tapi ada satu pertanyaan yang sering terlupakan:

Bolehkah AI dipakai untuk melakukan itu semua?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana boleh atau tidak boleh. Setiap penerbit memiliki kebijakan yang berbeda. Bahkan dalam satu penerbit, status penggunaan AI bisa berbeda tergantung siapa yang menggunakan, untuk apa AI digunakan, dan seberapa besar kontribusinya terhadap karya ilmiah.

Misalnya, penggunaan AI untuk proofreading atau perbaikan tata bahasa cenderung lebih longgar. Sebaliknya, penggunaan AI untuk menghasilkan teks substantif, menganalisis data, membuat gambar ilmiah, atau menggantikan peran manusia dalam proses peer review mendapatkan pembatasan yang jauh lebih ketat. 

Karena itu, daripada menghafalkan puluhan paragraf kebijakan, saya mencoba membuatnya lebih sederhana dalam bentuk matrik.

Tabel berikut merangkum kebijakan dari 13 penerbit, mulai dari Wiley, Springer Nature, BMJ, Frontiers, Cambridge University Press, SAGE, Taylor & Francis, PLOS, ACS, AIP, IOP, IEEE, hingga Elsevier berdasarkan informasi yang ditelusuri laman resmi yang memuat AI Policy. 

Cara membaca kode

Kode Makna Cara memahami
Diizinkan Penggunaan AI diperbolehkan dalam konteks yang disebutkan.
⚠️ Perlu disclosure AI boleh digunakan, tetapi penggunaannya perlu diungkapkan kepada penerbit/pembaca sesuai ketentuan.
🚧 Terbatas AI boleh digunakan, tetapi hanya dalam kondisi, tujuan, atau batasan tertentu.
Dilarang Penggunaan AI untuk aktivitas tersebut tidak diperbolehkan.
Tidak disebutkan Sumber dari laman web penerbit pada saat artikel ini dirilis tidak memberikan keterangan spesifik mengenai aktivitas tersebut.

Penting: ⚠️ bukan berarti “bebas menggunakan AI”. Justru, status ini berarti penggunaan diperbolehkan dengan kewajiban transparansi. Sementara 🚧 berarti pembaca perlu melihat konteks dan batasannya sebelum menggunakan AI. 

Tips: gunakan tabel ini sebagai peta awal, bukan pengganti kebijakan resmi penerbit. Sebelum submit artikel, selalu cek kembali author guidelines dan kebijakan AI penerbit/jurnal yang dituju.

Aktivitas/Tahapan Wiley Springer BMJ Frontiers CUP SAGE T&F PLOS ACS AIP IOP IEEE Elsevier
Penelusuran/review literature ⚠️⚠️⚠️⚠️🚧⚠️🚧🚧🚧⚠️⚠️
Asisten coding ⚠️⚠️⚠️⚠️🚧⚠️⚠️⚠️⚠️
Penyusunan metode/instrumen ⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️🚧⚠️⚠️⚠️⚠️
Analisis data ⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️🚧
Drafting teks substantif ⚠️🚧⚠️⚠️⚠️⚠️🚧🚧⚠️⚠️⚠️
Parafrase ⚠️⚠️⚠️🚧🚧⚠️⚠️🚧⚠️⚠️
Penerjemahan ⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️🚧🚧🚧⚠️
Proofreading ⚠️⚠️⚠️
Referensi/sitasi ⚠️🚧🚧🚧🚧🚧🚧⚠️❌*⚠️
Gambar/diagram ⚠️🚧⚠️🚧⚠️⚠️⚠️
AI sebagai author
AI untuk editor 🚧🚧🚧🚧🚧🚧
AI untuk reviewer 🚧🚧
Laman AI Policy [link][link][link][link][link][link][link][link][link][link][link][link][link]

Catatan Pinggir

Jadi, bolehkah kita menggunakan AI untuk penelitian dan publikasi? Boleh, tetapi jangan berhenti pada pertanyaan “boleh atau tidak”. Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

  1. Untuk apa AI digunakan?
  2. Pada tahap mana AI digunakan?
  3. Seberapa besar kontribusi AI terhadap pekerjaan kita?
  4. Apakah penggunaannya perlu diungkapkan?
  5. Apakah jurnal/penerbit yang dituju memiliki aturan khusus?
  6. Apakah hasil AI sudah diverifikasi oleh manusia?

Satu prinsip yang tampak konsisten dari berbagai kebijakan dalam tabel adalah bahwa AI tidak menggantikan tanggung jawab penulis. AI juga tidak dapat ditempatkan sebagai author. Penulis tetap bertanggung jawab atas akurasi, orisinalitas, integritas, dan transparansi karya yang dikirimkan. 

Jadi, jangan hanya bertanya: Boleh pakai ChatGPT nggak? Mulailah bertanya:

Untuk bagian mana saya menggunakan AI, apa kontribusinya, dan bagaimana saya harus mengungkapkannya?

Kalau tabel ini bermanfaat, simpan, bagikan kepada mahasiswa atau rekan peneliti, dan gunakan sebagai checklist sebelum mengirim artikel ke jurnal. Dan kalau Anda menemukan kebijakan AI penerbit atau jurnal lain yang menarik untuk dibandingkan, tambahkan di kolom komentar agar matrik ini bisa terus diperbarui.