Ingin mendapatkan informasi terkini langsung ke WhatsApp Anda? Ikuti Channel saya!

Jurnal Arab Bikin Pusing? Ini Trik Jitu Mengolah Terbitan Berseri buat Anak Perpus!

Bingung mengolah jurnal berbahasa Arab di perpustakaan? Yuk pahami istilah mujallad, konversi Hijriah, dan trik input MARC di sini!
Foto oleh Shawn Reza dair Pexels


Bayangin kamu lagi magang di perpustakaan kampus bagian pengolahan koleksi terbitan berkala. Tiba-tiba, petugas ekspedisi datang bawa setumpuk jurnal ilmiah dan majalah berbahasa Arab edisi terbaru dari Timur Tengah. Tugasmu sebenarnya simpel: masukin data majalah itu ke sistem SLiMS atau INLISLite kampus biar mahasiswa lain tahu kalau edisi bulan ini sudah dirilis dan siap dibaca.

Tapi tunggu dulu, pas kamu ngecek kover depannya, kamu nggak nemuin tulisan familiar macam "Volume 5, Nomor 2" layaknya jurnal Indonesia pada umumnya. Yang ada malah teks Arab berbunyi "al-Mujallad 5, al-'Adad 2", ditambah lagi tahun terbitnya menggunakan kalender penanggalan Hijriah. Kalau kamu salah menerjemahkan istilah ini dan asal-asalan meng-input urutan volumenya, data jurnal itu bakal berantakan di sistem dan nggak bakal bisa dilacak sama mahasiswa akhir yang lagi butuh banget artikelnya buat ngerjain bab dua skripsi!

Biar kamu nggak stuck pas harus berurusan sama kiriman majalah Arab, kali ini kita bakal membedah anatomi terbitan berseri secara asyik. Kita akan bahas tuntas soal istilah volumenya, cara mengonversi sistem kalendernya yang unik, sampai cara mengeksekusi datanya ke dalam mesin katalog. Yuk, siapin kopi dan catatanmu!

Kenalan dengan Terminologi Terbitan Berseri Arab

Di dunia Ilmu Perpustakaan, terbitan berseri (serial) itu secara sederhana didefinisikan sebagai bahan publikasi yang diterbitkan secara terus-menerus tanpa ada batas waktu kapan akan tamat, contoh utamanya adalah majalah, surat kabar, atau jurnal ilmiah (Kao, 2001). Nah, dalam literatur berbahasa Arab, jurnal atau terbitan berkala ini biasanya dikenal dengan istilah dawrÄ«yah atau majallah. 

Untuk mengolah majalah ini, kamu wajib banget menghafal beberapa kosakata penomoran kuncinya. Kalau di jurnal Barat kita memakai kata "Volume", di jurnal Arab mereka menggunakan kata al-mujallad, sedangkan untuk "Nomor" atau issue terbitannya mereka menggunakan kata al-'adad (Bell, 2015). Selain itu, sering juga muncul keterangan al-sanah yang berarti tahun keberapa jurnal itu diterbitkan sejak awal berdiri, dan al-juz' untuk menunjukkan bagian pecahan spesifik jika edisi tersebut dicetak sangat tebal (Bell, 2015).

Menjinakkan Sistem Penomoran dan Kalender Hijriah

Tantangan epik berikutnya pas ngadepin terbitan Arab adalah urusan angka dan kalender. Mayoritas majalah Arab menggunakan angka Arab-India (seperti Ù¡, Ù¢, Ù£) dan memakai sistem penanggalan bulan kamariah Islam atau Hijriah, contohnya bulan Muḥarram atau á¹¢afar (Wilson, 2005). Menurut standar pedoman Resource Description and Access (RDA), kita memang diharuskan mentranskripsi angka penomoran tersebut sesuai abjad aslinya. 

Namun, karena mesin pencari perpus (OPAC) butuh standar yang ramah pengguna universal, kita wajib menyandingkannya dengan kalender Masehi (Gregorian). Triknya adalah mencatat tanggal aslinya (Hijriah) terlebih dahulu, lalu langsung menambahkan tahun Masehinya di dalam tanda kurung siku (Khurshid, 2002). Jadi, kalau di kover tertulis bulan Muharam tahun 1349 H, kamu wajib menuliskannya menjadi (Muḥarram 1349 [May 1930]) di dalam entri katalog (Bell, 2015).

Aturan Tegas Penulisan Informasi Terbitan Berkala

Dalam dunia pengatalogan, menuliskan informasi penomoran jurnal ke sistem komputer itu nggak boleh pakai prinsip kira-kira atau menggunakan singkatan sembarangan. Menurut aturan standar RDA, kita diharuskan mencatat urutan penomoran secara kronologis dan numerik persis seperti teks yang terpampang di sumber informasinya (Joudrey et al., 2015). Artinya, kalau di kover majalahnya tertulis dengan ejaan kata yang utuh seperti al-mujallad, kamu dilarang keras menyingkatnya menjadi muj. secara sepihak. Sebagai contoh, hasil penulisan yang benar dan presisi di dalam katalogmu kelak akan terlihat memanjang seperti ini: al-Sanah 1., al-'adad 1. (Uktūbir-Nūfimbir-Dīsimbir 1999) (Bell, 2015).

Praktik Katalogisasi Jurnal di Metadata MARC

Langkah terakhir dari petualangan kita adalah "membungkus" semua data penomoran tadi ke dalam format metadata sistem komputer perpustakaan yang bernama MARC 21. Untuk bahan terbitan berseri, gabungan data mujallad, 'adad, dan tahun tersebut secara khusus dimasukkan ke dalam ruas penomoran yaitu Tag 362 (Joudrey et al., 2015). Tapi ada satu masalah lagi yang sering bikin repot cataloger: gimana kalau jurnal bahasa Arab itu tiba-tiba ganti nama penerbitan? Di sinilah pentingnya peran Tag 780 dan Tag 785 yang berfungsi sebagai pencatat "silsilah keluarga" jurnal (Joudrey et al., 2015). Tag 780 dipakai untuk mengamankan nama jurnal lama (preceding entry), sementara Tag 785 untuk nama jurnal barunya. Jadi, kalau jurnal Dawrīyat al-Tarbīyah berganti nama menjadi Majallat al-Tarbīyah, kamu tinggal masukin nama lamanya di Tag 780 supaya riwayat pencarian artikel jadulnya nggak terputus!

Akhir Kata

Mengolah jurnal atau terbitan berseri Arab ternyata butuh ketelitian ganda, ya! Rasanya ibarat sedang merangkai kepingan silsilah keluarga besar yang rentan terputus jejaknya kalau kita salah menerjemahkan atau menyingkat satu istilah saja. Semua tahapan yang terkesan rumit ini kita lakukan demi kelancaran arus informasi buat teman-teman mahasiswa yang lagi struggling nyari referensi!

Nah, sambil chill di sela-sela perpindahan kelas, coba renungkan hal ini: Bayangkan kalau sebuah perpustakaan secara keras kepala menolak untuk mengonversi nama bulan dan tahun Hijriah ke dalam kalender Masehi di sistem katalog mereka. Kira-kira, bencana terbesar apa yang bakal dialami oleh mahasiswa atau pemustaka (terutama yang sama sekali nggak paham bahasa Arab) saat mereka harus mencantumkan sitiran artikel jurnal tersebut ke dalam daftar pustaka riset internasional mereka?