7 Kejutan di Webinar Indonesia

Sejak pandemi istilah webinar menjadi tidak asing di telinga pendidik Indonesia. Temukan 7 aktivitas peserta webinar di artikel ini.
Sumber: pixabay.com


Sejak diaktifkannya mode WFH, beberapa penyelenggara kegiatan mengalihkan kegiatannya menjadi sistem daring, sebagian besar dikenal dengan istilah virtual conference atau webinar. Menariknya, dari hasil pengamatan saya di beberapa webinar yang saya selenggarakan dan juga hasil observasi aktivitas serta tabiat peserta, saya menemukan beberapa kejutan. Kebetulan, saya mulai mengikuti kegiatan webinar sejak awal tahun 2018. Sebagian besar memang diselenggarakan oleh panitia non-Indonesia. Namun, ketika sebuah webinar diselenggarakan oleh panitia orang Indonesia dan diikuti oleh orang Indonesia, ada beberapa hal unik yang saya temui. Berikut adalah 7 kejutan yang saya temukan.

7 Kejutan di Webinar Indonesia

Permintaan sertifikat

Hal ini bahkan dilakukan oleh peserta yang notabene adalah kalangan pendidik (baca: guru dan dosen). Dari beberapa pengamatan saya, yang sering terjadi adalah: (1) sebelum mulai kegiatan, bahkan ketika publikasi disebarluaskan, beberapa calon peserta bertanya terlebih dahulu mengenai ketersediaan sertifikat sebelum acara dimulai. (2) Selepas acara, pertanyaan terbanyak yang masuk ke panitia adalah perihal sertifikat, bukan terkait materi yang disajikan. Estimasi saya, lebih dari 90% pesan masuk menanyakan sertifikat. Narasumber bahkan seringkali menjadi targetnya. (3) Sertifikat senantiasa akan ditanyakan apabila peserta belum mendapatkannya, bahkan hingga H+7 setelah kegiatan usai.

Ketidakdisiplinan

Untuk acara terbatas, pada umumnya panitia akan mengirimkan undangan (yang berisi link join webinar) untuk bergabung pada webinar. Link join ini ternyata dibagikan pula oleh calon peserta kepada pihak lain sehingga jumlah yang bergabung pada webinar lebih besar daripada jumlah peserta terdaftar.

Bergabung di tengah acara

Ini adalah bentuk ketidaksiapan peserta mengikuti webinar. Seyogyangya, setiap peserta mengikut kegiatan dari awal hingga akhir (baik daring maupun luring). Karena keluwesan sistem daring, beberapa peserta bergabung di tengah webinar berlangsung. Anehnya lagi, muncul pertanyaan "Maaf, saya baru join. Apakah bisa diulangi penjelasannya terkait X?" Bukankah setiap webinar sebagian besar direkam? Anda bisa memutar ulang video rekaman dan niscaya Anda mendapati apa yang Anda inginkan.

Meminta link daftar hadir di luar webinar

Hampir semua webinar akan membagikan daftar hadir dan link akses sertifikat hanya pada saat webinar berlangsung. Ini dilakukan untuk mencegah pihak-pihak luar yang tidak terlibat dapat mengakses kedua hal tersebut. Peserta (yang biasanya tergabung dalam grup WhatsApp) seringkali bertanya terkait link daftar hadir di grup WhatsApp. Bahkan, ada peserta yang membagikannya di grup (yang tentunya melanggar tata tertib webinar umumnya).

Mengikuti beberapa webinar sekaligus pada satu waktu

Saya mendapati postingan di media sosial salah seorang peserta webinar yang menghidupkan tiga pirantinya sekaligus (laptop, tablet, dan smartphone) untuk tiga kegiatan webinar yang berbeda. Apakah Anda memercayai yang dia lakukan? Bagaimana bisa otak manusia mengakses tiga hal berbeda dalam waktu bersamaan?

Multi-tasking webinar

Untuk platform-platform tertentu, dimungkinkan melakukan tanya-jawab melalui voice atau suara. Sesi tanya-jawab ini biasanya dilakukan dengan jalan calon penanya mengacungkan tangannya (tidak dalam artian sebenarnya, namun mengaktifkan fitur raise hand). Ketika mengacungkan tangan, barulah host membuka mikrofon agar penanya dapat melontarkan pertanyaannya. Saya mendapati beberapa kali ketika penanya telah mengacungkan tangan, mikrofon telah dibuka, kemudian moderator menyapa calon penanya, tidak ada tanggapan dari calon penanya. Kasus ini saya dapati beberapa kali di agenda berbeda. Dugaan saya, peserta menyalakan piranti, bergabung webinar, namun melakukan aktivitas lainnya.

Kontes sertifikat

Ini mulai marak dilakukan karena melimpahkan pilihan alternatif webinar di masa pandemi COVID-19. Hampir setiap hari beredar informasi kegiatan webinar yang menyediakan sertifikat elektronik, baik gratis maupun berbayar. Setelah mengikuti webinar dalam satu (atau beberapa hari), beberapa peserta kemudian mengunggah sertifikat yang telah dikoleksinya di akun media sosial. Uniknya, jarang sekali ditemukan yang membagikan pula link materi maupun video rekaman. Bukankah dua hal terakhir ini yang lebih penting untuk diketahui khalayak umum?

Disklaimer

7 hal tersebut merupakan hasil pengamatan seseorang yang bermata empat (baca: berkacamata). Jadi, kemungkinan besar hasil pengamatannya kurang akurat. Kesamaan kasus, fenomena, dan kejadian pada perihal di atas bukanlah suatu kebetulan. Namun, lebih karena kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik pada mode luring terbawa pada mode daring.

Baca Juga