Komentar Seminar Hasil Disertasi

Apa saja butir-butir pembahasan dalam seminar hasil disertasi? Poin-poin apa saja yang harus diperhatikan? Contoh komentar seminar hasil disertasi UGM

Sumber: erickunto.com


Beberapa waktu yang lalu saya diminta menjadi salah satu pembahas dalam seminar hasil disertasi rekan saya. Seminar hasil menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui mahasiswa sebelum menuju tahap penilaian disertasi. Seminar ini tujuannya adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya masukan dalam rangka penyelesaian penulisan disertasi. Nah, apa saja yang menjadi poin pembahasannya? Simak catatan saya berikut ini.

Penting: Postingan ini tidak ditujukan dalam rangka menyudutkan, menkritisi, atau memberikan penilaian terhadap penulisan disertasi yang bersangkutan. Namun lebih kepada sarana informasi dan edukasi terkait proses pembahasan seminar hasil disertasi. Yang sebaiknya lebih dicermati adalah poin-poin yang menjadi butir pembahasan.

Kejelasan, Koherensi, dan Relevansi antara Judul dan Substansi Dokumen atau yang Dipresentasikan sebagai Hasil Penelitian dengan Pokok Permasalahan, Pertanyaan-Pertanyaan, Ruang Lingkup, Tujuan Penelitian, dan Struktur Disertasi secara Keseluruhan 

  1. Sangat jelas, sangat koheren, dan sangat relevan 
  2. Jelas, koheren, dan relevan 
  3. Kurang jelas, kurang koheren, kurang relevan 
  4. Tidak jelas, tidak koheren, dan tidak relevan 
  5. Sangat tidak jelas, sangat tidak koheren, dan sangat tidak relevan 

Kelengkapan bagian makalah seperti rumusan masalah, tujuan penelitian, dlsb. Perlu ditampilkan secara tertulis agar pembaca dapat memahami secara utuh kesatuan ide dari penelitian yang sedang dilakukan. Pada bagian pendahuluan juga perlu ditampilkan secara lugas permasalahan dalam penelitian ini yang belum diungkap oleh peneliti-peneliti sebelumnya, misalnya apakah penerjemahan kalimat terbelah terdapat perbedaan dari cetakan edisi tertentu dengan edisi sebelum/sesudahnya.

Kejelasan dan Koherensi Metode Penelitian, Metodologi, dan Kerangka Teoretik Konseptual Disertasi secara Keseluruhan dengan Deskripsi pada Substansi Dokumen atau yang Dipresentasikan sebagai Hasil Penelitian

  1. Sangat jelas dan sangat koheren 
  2. Jelas dan koheren
  3. Kurang jelas dan kurang koheren 
  4. Tidak jelas dan tidak koheren 
  5. Sangat tidak jelas dan sangat tidak koheren

Sebagaimana rumusan masalah dan tujuan penelitian, makalah ini belum mengandung metodologi penelitian sehingga pembaca belum bisa memahami alur dan tahapan bagaimana dapat dikumpulkan, sumber data (terjemahan Alquran versi cetak atau korpus data), software yang barang kali dimanfaatkan (dalam pencarian kata kunci). Karena pentingnya metodologi dalam sebuah penelitian, penulis perlu menambahkannya secara rinci bagaimana tahapan-tahapan yang telah dilalui penulis dalam melakukan penelitian.

Kejelasan dan Koherensi antar Bagian dari Substansi Dokumen atau Presentasi Hasil Penelitian

  1. Sangat jelas dan sangat koheren 
  2. Jelas dan koheren 
  3. Kurang jelas dan kurang koheren 
  4. Tidak jelas dan tidak koheren 
  5. Sangat tidak jelas dan sangat tidak koheren 

Dalam hal ciri kalimat terbelah, barang kali perlu dipertimbangkan terkait pola urutan kata (word order) sehingga memungkinkan peneliti untuk merumuskan pola kalimat terbelah dalam Bahasa Indonesia. Ciri kalimat terbelah dapat lebih mudah diidentifikasi bilamana penulis dapat menampilkan pola-pola yang ditemukan. Penggunaan ilustrasi juga dapat membantu pembaca dalam memahami ide penulis, misalnya dalam penulisan pola kalimat terbelah “Merekalah yang mendapatkan petunjuk dari Tuhannya”:

ProPer + lah + yang + kons. terbelah

Dari pembacaan saya sekilas, kemungkinan kalimat ini memiliki fungsi berikut. Barang kali bisa menjadi bahan pertimbangan:

  • Meringkas atau menyimpulkan, misalnya pada data (19) Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya (002.157). Apabila dirunut pada ayat atau kalimat sebelumnya, menjelaskan kriteria orang-orang yang mendapat petunjuk dan ampunan dari Allah, yakni orang-orang yang bersabar ketika menghadapi ujian, kelaparan, dlsb.
  • Menghubungkan kalimat (ayat), misalnya pada data (20) Sungguh, Kami yang menghidupkan dan mematikan (050.043). Kalimat terbelah ini menghubungkan kalimat (ayat) sebelum dan sesudahnya yang mengisahkan tentang fenomena yang terjadi ketika hari manusia dibangkitkan dari kubur.

Fungsi kalimat terbelah dapat ditemukan Ketika peneliti menemukan konteks dengan memperhatikan kalimat (ayat) sebelum dan sesudahnya.

Relevansi, Keluasan, dan Kebaruan Data serta Referensi dengan Pokok Permasalahan dan Substansi Pembahasan Hasil Penelitian

  1. Sangat relevan, sangat luas, dan sangat baru 
  2. Relevan. luas, dan baru 
  3. Kurang relevan, kurang luas, dan kurang baru 
  4. Tidak relevan, tidak luas, dan tidak baru 
  5. Sangat tidak relevan, sangat tidak luas, dan sangat tidak baru 

Penelitian semacam ini sering kali memanfaatkan korpus data dengan beragam genre wacana sehingga menjamin keberagaman data. Dari yang tertulis pada Daftar Pustaka, penulis memanfaatkan terjemah Alquran terbitan tahun 1990 yang berarti sumber data yang digunakan adalah data tulis. Apabila inilah sumber data yang digunakan, perlu disampaikan alasan mengapa mengapa sumber data ini yang digunakan, termasuk tahun terbitan (apakah belum terbit edisi terbaru?). Sumber referensi yang digunakan juga perlu ditambahkan dari sumber-sumber primer yang berasal dari artikel jurnal dan makalah seminar, tidak hanya terbatas pada buku. 

Penguasaan dan Kesesuaian Terminologi serta Konsep-Konsep Dasar yang Digunakan dengan Bidang Keilmuan dan Substansi Dokumen dan Presentasi Hasil Penelitian

  1. Sangat menguasai dan sangat sesuai 
  2. Menguasai dan sesuai 
  3. Kurang menguasai dan kurang sesuai 
  4. Tidak menguasai dan tidak sesuai 
  5. Sangat tidak menguasai dan sangat tidak sesuai

Terminologi yang digunakan telah sesuai dengan topik kajian yang diteliti. Apabila diperlukan, penulis dapat menambahkan Daftar Singkatan/Istilah.

Mutu Presentasi Tertulis, Tingkat Keterbacaan, Bahasa Ilmiah, dan Teknik Penulisan Dokumen Hasil Penelitian

  1. Presentasi, keterbacaan, serta berbahasa dengan sangat baik, dan sama sekali tidak ada kesalahan gramatikal serta tipo  
  2. Presentasi, keterbacaan, serta berbahasa dengan baik, dan hanya terdapat sedikit kesalahan gramatikal dan tipo 
  3. Presentasi, keterbacaan, serta berbahasa kurang baik, dan terdapat beberapa kesalahan gramatikal dan tipo 
  4. Presentasi, keterbacaan, serta berbahasa tidak baik, dan banyak kesalahan gramatikal dan  tipo 
  5. Presentasi, keterbacaan, serta berbahasa sangat kurang, dan sangat banyak kesalahan gramatikal dan tipo

Penomoran data perlu diperhatikan karena ada beberapa nomor yang tidak urut. Penggunaan ilustrasi, khususnya bagan dapat digunakan untuk lebih memudahkan pembaca pada analisis kalimat, misalnya

Mereka itulah      yang       membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan
ProPer  ProDem+lah    ProRel     kons.ter

maupun pola kalimat terbelah:

ProPer + (ProDem) + lah + yang + kons.terb

Koherensi dan Rasionalitas Pembahasan serta Argumen dalam Dokumen atau Presentasi Hasil Penelitian

  1. Sangat koheren dan sangat rasional 
  2. Koheren dan rasional 
  3. Kurang koheren dan kurang rasional 
  4. Tidak koheren dan tidak rasional 
  5. Sangat tidak koheren dan sangat tidak rasional 

Pada beberapa penjelasan (misalnya bagian 1.2) penulis sebatas memanfaatkan klaim atau argumen dari penulis lain tanpa diikuti interpretasi data. Dalam konteks {-lah} sebagai penegas, dari data yang ditampilkan bahwa partikel ini melekat pada kata negasi misalnya bukan dan tidak. Ini dapat menjadi awal argumentasi penulis untuk menyatakan terjadi penegasan, termasuk pada partikel yang melekat pada kata yang memiliki asosiasi positif misalnya pasti yang sebenarnya sudah mengisyaratkan kejelasan, tidak taksa.

Kemampuan Berpikir Kritis dan Analitis

  1. Sangat kritis dan analitis
  2. Kritis dan analitis 
  3. Kurang kritis dan kurang analitis 
  4. Tidak kritis dan tidak analitis
  5. Sangat tidak kritis dan sangat tidak analitis

Rujukan yang digunakan didominasi buku-buku tata bahasa. Perlu ditambahkan rujukan dari artikel-artikel jurnal sehingga hasil yang ditemukan dapat didiskusikan dengan hasil temuan peneliti lain. Dengan demikian, pembahasan penulis lebih analitis.

Kemajuan Penelitian serta Penulisan Disertasi dan Prospek Dapat Diselesaikan sesuai dengan Batas Waktu yang Telah Ditentukan

  1. Menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dan sangat prospektif
  2. Menunjukkan kemajuan yang berarti dan prospektif 
  3. Kurang menunjukkan kemajuan dan kurang prospektif 
  4. Tidak menunjukkan kemajuan dan tidak prospektif 
  5. Sangat tidak menunjukkan kemajuan dan sangat tidak prospektif 

Semoga dapat segera ke tahap berikutnya, penilaian.

Prospek Disertasi Memberi Sumbangan Penting bagi Perkembangan Ilmu

  1. Sangat prospektif
  2. Prospektif
  3. Kurang prospektif
  4. Tidak prospektif
  5. Sangat tidak prospektif

Seyogyanya, hasil penelitian ini dapat merumuskan rekomendasi terhadap penerjemahan Alquran kepada Kementerian Agama.

Tingkat Kepatuhan terhadap Etika Penelitian, Penulisan, dan Usaha Menghindari Plagiat

  1. Sangat memperhatikan aspek etika dalam penelitian yang akan dilakukan, menerapkan teknik sitasi ilmiah secara menyeluruh sesuai dengan standar umum yang berlaku, dan sama sekali tidak ada indikasi plagiat 
  2. Memperhatikan aspek etika dalam penelitian yang akan dilakukan, menerapkan teknik sitasi ilmiah sesuai dengan standar umum yang berlaku, dan tidak ada indikasi plagiat 
  3. Kurang memperhatikan aspek etika dalam penelitian yang akan dilakukan, hanya menerapkan sebagian dari teknik sitasi ilmiah sesuai dengan standar umum yang berlaku, dan tidak ada bukti adanya indikasi plagiat 
  4. Tidak memperhatikan aspek etika dalam penelitian yang akan dilakukan, tidak menerapkan teknik sitasi ilmiah yang sesuai dengan standar umum yang berlaku, namun tidak ada bukti indikasi plagiat 
  5. Tidak memperhatikan aspek etika dalam penelitian yang akan dilakukan, tidak menerapkan teknik sitasi ilmiah yang sesuai dengan standar umum yang berlaku, namun kurang bukti yang kuat adanya indikasi plagiat 
  6. Sangat tidak memperhatikan aspek etika dalam penelitian yang akan dilakukan, tidak menerapkan teknik sitasi ilmiah yang sesuai dengan standar umum yang berlaku, dan terdapat bukti yang kuat adanya indikasi plagiat 

Perlu dicermati ulang terkait penulisan kutipan paralel, misalnya pada (Gundel, 2002), (Gundel, 2004), dan (Halliday, 2004) yang seharusnya ditulis (Gundel, 2002, 2004; Halliday, 2004). Perlu konsisten dalam penulisan Daftar Pustaka, misalnya pada penulisan tahun (beberapa ditulis tanpa tanda kurung misalnya 2004), namun ada pula yang ditulis menggunakan tanda kurung misalnya (2009). Penulisan referensi dengan penulis yang sama juga perlu dicek ulang. Untuk mengantisipasi hal-hal teknis seperti ini, penulis dapat memanfaatkan software pengelola referensi misalnya Mendeley. Tutorial penggunaan Mendeley dapat dibaca pada laman www.s.id/materi-mendeley

Masukan tambahan

Baca Juga