Review Rumah Belajar Menggunakan Speech to Text dan Text to Speech

5/5 (1)

“Education is a continual process, it’s like a bicycle… If you don’t pedal you don’t go forward.”

– George Weah

Ulasan berikut ini merupakan salah satu bagian dari penugasan VCT Batch 5 Jateng-DIY (Wilayah 102 Klaten) yang diselenggarakan oleh SEAMO-SEAMOLEC. Untuk tugas tambahan ini saya, selaku peserta pelatihan diminta untuk membuat dua buah review atau ulasan konten yang ada di rumah ​www.rumahbelajar.id​.

 

Untuk ulasan pertama ini, saya memanfaatkan ​speech to text menggunakan Google Dokumen dan fitur dikte atau ​voice typing yang ada di menu alat atau tools. Adapun fitur text to speech memanfaatkan https://translate.google.co.id/. Untuk memanfaatkan semua fitur ini, kita harus terhubung dengan internet.

 

Identitas

 

Judul: Mendidik Anak di Era Digital

Kontributor: Anne Gracia, Maswita Djaja, Nirawaty Ninin, Nurbaeti Rachman, Syefriani Damis, Gita Nur Patria, Sumarti, Hario Bismo, Widuri, Laila Ayu Karlina, Bukik Setiawan

Penyunting: Agus M. Solihin, Suradi

Tahun cetak : 2018

Penerbit: Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

ISBN: –

Jumlah Halaman: 44 halaman

 

Ringkasan

Buku ini merupakan buku pegangan bagi orang tua dalam mempersiapkan anak-anaknya untuk menghadapi era digital saat ini. Buku ini berisi tentang penjelasan terkait era digital, manfaat dan risiko penggunaan teknologi digital, panduan dalam mendampingi anak di era digital, dan solusi dalam mengarahkan anak dalam penggunaan piranti digital.

 

Konten

Kelebihan: Buku ini disusun dengan sistematika yang runtut, mulai dari paparan mengenai era digital perkembangannya, dampak atau manfaat, serta bagaimana sikap atau respon orang tua dalam mendampingi anaknya di era digital. Meskipun hanya ditulis dalam 44 halaman, buku ini ini sangat informatif dan patut untuk dibaca, terutama bagi kalangan orang tua yang memiliki anak di bawah usia 5 tahun.

 

Kekurangan: Alangkah lebih baik jika contoh-contoh yang ditampilkan, terutama terkait risiko penggunaan peranti digital diambil dari contoh-contoh yang telah terjadi di sekitar masyarakat. Ini mengingat dampak negatif dari penggunaan perangkat digital mulai mengemuka di beberapa kota di Indonesia. Dengan demikian, pembaca menyadari betul risiko atau akibat negatif dari penggunaan peranti digital yang berlebihan. Terakhir, akan lebih bermanfaat apabila diterbitkan pula buku panduan untuk seri anak.

 

Tata Tulis

Kelebihan: Saya hampir tidak menemukan kesalahan tata tulis, baik ejaan tanda, baca, atau kesalahan ketik pada buku ini. Pemilihan fon dan ukuran sangat baik sehingga memiliki keterbacaan yang tinggi. Bahkan, pada poin-poin penting diberi warna latar untuk memberikan penekanan pada konten.

 

Kekurangan: Saya hanya menemukan sebuah kendala teknis pada penulisan sub-judul di topik “Bagaimana mengarahkan penggunaan perangkat dan media digital dengan tepat”. Contohnya, pada sub-judul “Anak Usia 4-7 tahun”. Tampaknya ada fon yang tidak didukung sehingga teks tampak seolah-olah belum disunting secara sempurna.

 

Teknis

Kelebihan: Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang sangat menarik dan penuh warna yang cocok untuk dibaca orang tua bersama anak. Ikon-ikon yang ditampilkan pun sangat sesuai dengan konten yang dibahas. Jika diperhatikan, raut wajah baik anak maupun orang tua sebagian besar dalam keadaan tersenyum atau bahagia. Bahkan, ilustrasi pada saat anak bermain piranti digital selalu didampingi oleh orang tua.

 

Kekurangan: Sayangnya masih ada beberapa ilustrasi yang perlu disunting. Masih terdapat beberapa gambar pada saat anak bermain perangkat digital tanpa pendampingan orang tua. Padahal, jika diamati pada gambar usia anak masih membutuhkan pendampingan. Di samping itu, alangkah lebih baik jika buku ini didaftarkan ke LIPI untuk mendapatkan ISBN.

 

Video proses review ada di https://youtu.be/FUTYnPwO7_0

Untuk ulasan kedua ini, saya memanfaatkan speech to text menggunakan Dictation yang ada di OSX Mojave (Macbook). Aplikasi pengolah kata memanfaatkan Notes. Adapun fitur text to speech menggunakan Speech yang ada di OSX Mojave (Macbook). Semua fitur ini dapat diakses secara luring (offline) .

 

Identitas

Judul: Kuliner Tradisional Solo yang Mulai Langka

Pengarang: Dawud Achroni

Penyunting: Setyo Untoro

Tahun cetak: 2018

Penerbit: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

ISBN: 978-602-437-407-5

Jumlah Halaman: 59 halaman

 

Ringkasan

Buku ini menyajikan salah satu warisan budaya Indonesia, khususnya kuliner di wilayah Solo yang mulai langka seperti: pecel ndeso, putu bumbung, es kapal, dlsb. Buku ini merupakan salah satu bukti bahwa keanekaragaman warisan budaya Nusantara merupakan aset bangsa yang wajib dilestarikan dan diturunkan ke anak-cucu. Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca menikmati sajian cita rasa Nusantara melalui tulisannya.

 

Konten

Kelebihan: Di dalam buku ini penulis menggunakan bahasa yang dapat membawa pembaca seolah-olah berada di kota Solo dan sedang menikmati kuliner khas kota tersebut. Ada 10 sajian kuliner langka yang dibahas di buku ini, dilengkapi dengan foto, resep, dan cara menyajikannya. Jika ditinjau dari anatominya, buku ini dapat dikatakan lengkap karena terdapat: sambutan, katalog dalam terbitan, daftar isi, daftar pustaka, glosarium, biodata penulis, dan biodata penyunting.

 

Kekurangan: Buku ini akan menjadi lebih menarik jika ditambahkan dengan alamat pedagang atau penjual aneka kuliner yang masih eksis di kota Solo. Dengan demikian, para pembaca yang tertarik untuk mencoba kuliner tersebut dapat langsung menuju ke lokasi.

 

Tata Tulis

Kelebihan: Saya hampir tidak menemukan kesalahan tata tulis, baik ejaan tanda, baca, atau kesalahan ketik pada buku ini. Gaya penulisan yang dipakai pun sangat sesuai dengan target pembaca, yakni remaja tingkat SMP.

 

Kekurangan: Sayangnya, pemilihan fon dirasa kurang memiliki estetika dan tanpa variasi. Warna latar yang dipakai juga kurang dapat menarik perhatian pembaca.

 

Teknis

Kelebihan: Buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar pendukung asli dari dokumentasi penulis. Ini mengisyaratkan bahwa penulis telah mengunjungi satu per satu lokasi penjual serta telah menyantap kuliner tersebut. Ini menjadikan buku tersebut unik dan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh buku-buku atau majalah kuliner lainnya.

 

Kekurangan: Dalam pengamatan saya, penataan gambar kurang indah dipandang mata. Selain itu, penambahan gambar kuliner di sampul buku juga dapat menjadi salah satu daya tarik pembaca untuk membaca buku ini.

 

Video proses review ada di https://youtu.be/y6T-jSe5kxA

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Please rate this

No Comments

Post A Comment