3 Kriteria Referensi Ilmiah yang Baik

Saat ini akses referensi dapat dilakukan dengan mudah melalui basis data. Namun, bagaimana kriteria memilih referensi yang baik untuk tulisan ilmiah?

Sumber: erickunto.com

Sebagai akademisi, kita tidak akan pernah lepas atau terpisahkan dengan yang namanya referensi. Kita akan memanfaatkannya sebagai bahan perkuliahan, presentasi, hingga bahan penelitian. Penggunaan referensi yang handal akan memberikan dan menjamin validitas informasi yang kita sampaikan. Namun, apa saja sebenarnya kriteria referensi yang baik itu? Berikut tiga kriteria yang baik yang dapat Anda gunakan sebagai panduan dalam menelusur dan menggunakan referensi, khususnya dalam rangka penulisan ilmiah.

Referensi yang relevan

Ketika kita melakukan penelusuran referensi sebagai bahan tinjauan pustaka pada proposal, laporan penelitian, maupun artikel ilmiah yang akan kita tulis, tentu ada beberapa kriteria yang harus kita pegang untuk memutuskan referensi-referensi mana yang akan kita gunakan. Mengingat jumlah referensi yang sangat melimpah saat ini, kita harus benar-benar memilih dan menentukan referensi yang kita gunakan adalah referensi yang memang cocok dan tepat untuk rujukan tulisan kita.

Referensi yang baik adalah referensi yang relevan atau berhubungan erat dengan permasalahan yang akan kita ungkap. Pada saat mengetik kata kunci pada mesin pencari maupun basis data ilmiah, kita sering kali kita memasukkan istilah khusus dan spesifik terkait topik yang sedang kita teliti. Tentunya, sebelum melakukan pencarian, alangkah baiknya jika kita mulai mendaftar istilah-istilah dalam topik tersebut, misalnya: onomastik, penamaan, tata nama, sistem penamaan, nama, nama diri jika Anda ingin melakukan penelitian di bidang onomastik. Jika Anda ingin mendapatkan referensi yang lebih luas lagi, jangan lupa tambahkan pula istilah-istilah tersebut dalam versi bahasa Inggris. Pastikan, istilah dalam bahasa Inggris yang diinput adalah benar-benar istilah yang digunakan dalam bidang ilmu tersebut.

Dasar dari erat-tidaknya hubungan referensi dengan tulisan kita sebenarnya tidak hanya terbatas pada topik yang kita pilih. Namun, dapat pula referensi yang kita gunakan adalah referensi yang memiliki metode yang sesuai dengan metode yang kita tempuh pada penelitian kita. Metode yang berbeda dapat menghadirkan hasil dan kesimpulan yang berbeda. Meskipun dapat pula metode berbeda menghasilkan data dan hasil yang sama. Untuk bidang-bidang teknis, metode yang lebih efisien dan ekonomis tentunya lebih bermanfaat jika data dan hasil penelitian menyebutkan hal yang sama dengan metode yang berbeda. Dengan mengeksplorasi sudah sejauh mana metode yang digunakan untuk mendekati sumber data yang akan Anda manfaatkan, akan muncul potensi ditemukannya sebuah metode baru. Atau setidaknya, Anda dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari beberapa metode yang telah dijalankan oleh peneliti lainnya. Untuk bagian metode, saya sangat menyarankan Anda untuk mulai memanfaatkan perangkat lunak atau software dalam melakukan pengumpulan maupun analisis data. Akan lebih baik lagi jika Anda mulai mengarah pula pada big data atau data raya.

Referensi relevan lainnya adalah terkait area penelitian. Area penelitian dapat berupa lokasi setting penelitian maupun kriteria lain sesuai dengan topik maupun sumber data. Misalnya untuk penelitian terkait nama orang Jawa, Anda dapat mencari penelitian terkait nama di suku-suku lain di Indonesia, misalnya nama orang Bali, nama Sunda, nama orang Batak, dlsb. Dengan memanfaatkan referensi-referensi senada, kita tentunya dapat melihat dan menemukan karakteristik nama orang Jawa yang tidak dimiliki oleh nama suku lainnya. Selain itu,  Anda juga dapat menelusur penelitian-penelitian lain terkait nama paraban, ganti nama, jeneng tuwa, kabotan jeneng, dlsb sebagai bekal dalam pembahasan lebih lanjut pada tulisan Anda.

Referensi yang mutakhir

Indikator kedua tentang referensi yang baik adalah terkait kemutakhiran sebuah referensi. Jika Anda telah menemukan puluhan, ratusan, bahkan ribuan referensi dari basis data pencarian misalnya GoogleScholar, Garuda, DOAJ, dlsb; Anda dapat mempersempit pencarian Anda berdasarkan tahun terbit. Apabila terdapat referensi dengan topik yang sama dengan tahun terbitan yang berbeda, saya menyarankan Anda untuk lebih memilih referensi yang terkini. Bisa jadi, referensi yang lebih baru telah mengulas referensi-referensi tahun sebelumnya yang juga telah Anda temukan. Bahkan, bisa jadi Anda mendapatkan referensi menarik dari daftar pustaka yang digunakan pada referensi tersebut.

Dalam setiap disiplin ilmu terdapat perbedaan dalam penentuan berapa lama sebuah referensi idealnya dapat digunakan. Dalam kajian ilmu perpustakaan disebut dengan istilah paruh hidup. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai istilah ini silakan baca artikel ini. Namun, karena sebagian besar referensi saat ini dapat diakses secara online dan cenderung lebih mudah ditemukan (daripada tahun-tahun sebelumnya dengan menggunakan cara manual), akan lebih baik jika referensi yang Anda gunakan adalah referensi yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Meskipun batasan ini sering kali diterapkan pada disiplin ilmu sains dan teknologi, namun tidak ada salahnya digunakan sebagai acuan pada bidang ilmu sosial humaniora. Dengan memanfaatkan referensi-referensi terkini berarti Anda telah menunjukkan usaha dalam melakukan penelusuran dengan cermat dan seksama. Namun demikian, bukan berarti Anda tidak perlu membaca referensi-referensi terdahulu. 

Dan sebagai informasi, artikel yang ditulis memanfaatkan referensi yang lebih mutakhir cenderung memiliki peluang penerimaan lebih besar oleh para editor jurnal. Beberapa kebijakan jurnal bahkan menyebutkan secara terang terkait minimal tahun tertentu mengenai referensi yang digunakan.

Referensi yang benar

Apakah artinya ada referensi yang salah? Bukan, maksud saya adalah referensi yang ditulis dengan benar sesuai kaidah ilmiah serta gaya kutipan yang diadaptasi. Dari pengalaman saya mencermati beberapa artikel, sering saya dapati ada beberapa referensi yang keliru dalam penulisan, baik nama, tahun terbit, judul artikel, dlsb. Kekeliruan ini sering kali diakibatkan karena pengutipan manual (human error), belum memanfaatkan Reference Management Software dalam membuat kutipan dan daftar pustaka. Beberapa contohnya sebagai berikut.

  • mengutip dengan membubuhkan nama lengkap, misalnya Eric Kunto Aribowo (2019) yang seharusnya ditulis dengan Aribowo (2019)
  • kekurangtelitian dalam penulisan nama, misalnya Ariwibowo (2019) yang seharusnya ditulis Aribowo (2019)

Perlu diingat pula bahwa kutipan memiliki dua bagian: (1) kutipan pada badan teks (2) dan daftar pustaka. Pada bagian daftar pustaka, kekeliruan sering kali terjadi pada penulisan nama lengkap para penulis, judul artikel atau buku, serta gaya kutipan. Kutipan dan daftar pustaka harus ditulis sesuai dengan gaya kutipan acuan, misalnya APA, MLA, IEEE, Harvard, Chicago, dlsb.

Mana penulisan yang benar dari daftar pustaka berikut?

  • Aribowo, E. K., & Almasitoh, U. H. (2019). Disparity of The Arabic Name: The Spotlight on Children of Endogamous and Exogamous Marriages among Hadrami-Arabs in Indonesia. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 6(1), 1–17. https://doi.org/10.15408/a.v6i1.9384
  • Aribowo, Eric Kunto dan Ummu Hany Almasitoh. 2019. “Disparity of The Arabic Name: The Spotlight on Children of Endogamous and Exogamous Marriages among Hadrami-Arabs in Indonesia.” Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 6 (1): 1–17. https://doi.org/10.15408/a.v6i1.9384.
  • Aribowo, Eric Kunto dan Ummu Hany Almasitoh. 2019. “Disparity of The Arabic Name: The Spotlight on Children of Endogamous and Exogamous Marriages among Hadrami-Arabs in Indonesia.” Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 6, no. 1: 1–17. https://doi.org/10.15408/a.v6i1.9384.

Semua penulisan daftar pustaka di atas semuanya benar sesuai dengan kaidah gaya masing-masing. Model pertama menggunakan gaya APA, model kedua dengan Chicago, model ketiga dengan gaya Turabian. Jadi, silakan ikuti dan pelajari gaya kutipan yang akan Anda gunakan pada setiap tulisan Anda karena setiap asosiasi keilmuan, universitas, jurnal, dan penerbit memiliki gaya kutipan masing-masing yang dianut.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari Mendeley sebagai software untuk membantu dalam penulisan kutipan dan daftar pustaka otomatis, silakan klik banner di bawah ini. Anda akan menemukan sumber belajar mandiri terkait Mendeley mulai dari instalasi, menambahkan referensi dan anotasi, hingga membuat daftar pustaka secara otomatis.



Baca Juga