Tanya Jawab Webinar Bagaimana Aplikasi Edukasi Mendukung Kecakapan Abad 21

Sumber: storyset.com


Deskripsi

Berikut ini merupakan rekapitulasi tanya-jawab pada kegiatan Webinar “Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Inspiratif pada Era Tatanan Kenormalan Baru” yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan pada Sabtu, 14 November 2020. Apabila Anda ingin mendapatkan materinya, silakan klik tautan ini dan berikut adalah video rekamannya.


Tanya-Jawab

Tanya: Berarti anak didik harus punya gawai yg canggih ya untuk menyimpan berbagai aplikasi (Reni Rojaibah)

Jawab: Sebenarnya tidak perlu harus menggunakan gawai yang canggih, ibu. Sebagian besar aplikasi juga bisa dimanfaatkan via peramban (browser) tanpa harus memasang aplikasi. Misalnya kahoot, bisa dimainkan melalui kahoot.it. Yang utama adalah ada piranti yang terhubung internet.

Tanya: Sangat tertarik mengenai digital media pembelajaran, namun perlu dipertimbangkan bagaimana dengan sekolah daerah tetpencil yg tidak ada sinyal internet? Tentu sungguh sulit mengakses fitur-futur tersebut (Safriyadi)

Jawab: Betul, bapak. Infrastruktur kita memang belum merata dan memadai untuk mendukung pembelajaran jarak jauh via kelas virtual. Saya menyarankan agar memulai inisiasi sekolah ramah internet, misalnya. Ini dapat dilakukan dengan menjalin mitra ke pemda dan perusahaan (melalui dana CSR) sekitar. Bisa pula ditawarkan di kitabisa.com untuk skala nasional. Ini salah satu contoh inisiasi pendirian sekolah di Afrika https://www.projectkakuma.com/. Atau sebenarnya kita bisa menginisiasi penggalangan smartphone bekas layak pakai untuk kepentingan pendidikan.

Tanya: Bagaimana pak..bila siswa kita tidak punya gawai, berhubung orangtua mereka tidak mampu membelinya,saya sudah memantau sendiri,dan bagaimana pula bila didaerah tempat tinggal siswa itu tidak ada jaringan internet..terima kasih pak..wassalam..(Nurlina Panjaitan,S.Pd SMPN2 Kualuh Leidong Labura)

Jawab: Pertanyaan ibu senada dengan pertanyaan bapak Safriyadi di atas.

Tanya: Pagi host, perkenalkan saya Alex, pertanyaan ini saya arahkan kpd speaker Eric Kunto Ariwibowo, kita sangat exciting Sekali dengan aplikasi2 yang ditawarkan, dan ini dapat dikategorikan app yg cukup baru ya dikalangan pendidik, sejauh ini apakah aplikasi2 tsb memiliki kelemahan&bgmn antisipasinya.  Karena kita pernah kejadian sblmnya dgn aplikasi quizziz dan googleclassroom, siswa kita berhasil hacked autocorrect 100%. Setelah kita pelajari ternyata 2app tersebut bs diread pakai bot Terimakasih

Jawab: Salam kenal, pak. Setiap aplikasi pasti ada celah, untuk itulah dilakukan update secara berkala. Peran komunitas dan pengguna sangat utama dalam melaporkan temuan-temuan yang terjadi. Dengan demikian, tim pengembanga dapat segera menindaklanjuti untuk menutup celah tersebut. Beberapa laporan memang terjadi kasus para siswa dapat menemukan jawaban tanpa mereka harus mengerjakan soal dengan seksama. Ini saya dapati laporan di Quizizz dan Google Form. Untuk Quizizz sudah dilakukan update, sedangkan untuk Google Form saya blm mendapati ada respons dari pihak Google. Ini dimaklumi karena pada fungsi utamanya, Google Form digunakan untuk merekam formulir, survei, dan semacamnya. Bukan aplikasi edukasi yang digunakan khusus untuk asesmen atau evaluasi. Saya menyarankan Anda mencoba aplikasi GoFormative atau Edulastic dalam rangka asesmen.

Tanya: Terima kasih Pak. sangat luar  biasa materinya. saya mau bertanya, apa saja bentuk tugas  bervariasi di masa PJJ ini untuk anak SMP Pak (Dilla).

Jawab: Keempat aplikasi yang saya sampaikan perlu dicoba, bu. Untuk tugas dalam bentuk video, guru dapat memanfaatkan aplikasi flipgrid. Siswa juga dapat menuangkan tugasnya dalam bentuk portofolio digital dengan memanfaatkan aplikasi wakelet. Namun, tentu semuanya akan disesuaikan dengan kondisi peserta didik masing-masing. Semakin bervariasi tentu akan semakin menarik dan menjauhkan rasa bosan siswa.

Tanya: Assalamualaikum saya Ratu Nandi dari SDN Kaliabang Tengah VIII Kota Bekasi. Pertanyaan kepada Pak Eric Kunto, Guru menggunakan Jamboard. Untuk menggunakan Jamboard apakah siswa harus menginstal Jamboard juga agar bisa berkolaborasi di jamboard. mohon penjelasannya. Terimakasih.

Jawab: Wa’alaik salam, ibu. Salam kenal. Jamboard adalah salah satu aplikasi yg bisa diakses tanpa memasang aplikasi. Jika ingin mencoba, silakan klik tautan ini lalu tambahkan sticky note.

Baca Juga