Ulasan Facebook Messenger Room

Ulasan Facebook Messenger Room

Beberapa bulan terakhir, Facebook merilis salah satu update untuk Messenger, Room (dalam bahasa Indonesia menjadi Forum). Melalui fitur ini, pengguna Facebook dapat membuat sebuah ruang diskusi layaknya aplikasi telekonferensi seperti Meet, Zoom, WebEx, Teams, dlsb.

Hari Jumat kemarin saya bersama teman-teman melakukan ujicoba Messenger Room. Dari hasil pengamatan kami, berikut simpulannya.

  • Platform, pengguna dapat menggunakan smartphone via aplikasi Messenger (pastikan Anda sudah melakukan update versi terbaru), via Desktop (ada aplikasi yang bisa dipasang di Mac maupun Win), maupun via browser Chrome. Jika Anda bergabung pertama kali menggunakan smartphone kemudian pindah ke PC/laptop, secara otomatis Anda akan dioper. Dengan catatan, Anda menggunakan akun yang sama.
  • Pengguna, dapat bergabung melalui link join yang diberikan. Sementara ini tidak ada password untuk membatasi. Peserta yang tidak memiliki akun Facebook pun bisa bergabung. Menariknya, ada menu lock room untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai pembuat Room, Anda juga bisa menghapus atau menghilangkan peserta yang tidak diinginkan. Oh ya, Room ini bisa menampung sampai 50 peserta lho. Lumayan kan?
  • Audio, kami tidak mendapati ada noise, gangguan, atau jeda. Secara umum kualitas audio dapat dikatakan baik.
  • Video, juga lumayan baik terutama jika Anda bergabung via smartphone dengan kualitas kamera depan yang bagus. Saya mencoba menggunakan kamera webcam eksternal dari laptop, namun gambar terkesan ada jeda dan buffer (mungkin pengaturan webcam perlu saya cek lebih lanjut). Untuk versi aplikasi di smartphone terdapat efek, virtual background yang dapat menghadirkan suasana yang lebih seru. Efek ini juga dapat dimanfaatkan jika Anda adalah pengguna awal atau yang belum PD ketika diminta berbicara.
  • Screensharing, telah kami coba, baik via laptop maupun smartphone. Hanya saja, gambar tampilan dari screensharing masih kurang tajam. Tampilannya masih pudar dan kurang terbaca dengan jelas.
  • Kuota, sayangnya saya bergabung via WIFI dan tidak melakukan perekaman statistik penggunaan internet. Saya hanya berharap penggunaannya masuk dalam kategori paket internet medsos. (Maha)siswa seringkali hanya melanggan menggunakan paket ini. Jika ini benar, maka tidak akan ada lagi keluhan “tidak punya paket internet, pak”. hehe.

Facebook Messenger Room ini terhitung masih baru dan tentu masih dalam proses pengembangan dan penyempurnaan. Bagi saya, ini menjadi alternatif karena tidak semua pengguna memiliki akses Zoom berbayar; maupun memiliki akun Meet dan Teams (meskipun sebenarnya dapat diakses guru dan/ dosen dengan gratis).

Jika Anda telah mencoba fitur baru ini dan memiliki pendapat lain, silakan bubuhkan di kolom komentar. 🙂

1 Comment

  • umi tira lestari Posted June 28, 2020 10:31

    Terima kasih ya ilmunya

Add Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *