Laporan Donasi Tahap 1

Laporan Donasi Tahap 1

“Sudah beberapa waktu ini saya berinisiatif untuk membuat konten-konten daring bertema teknologi pembelajaran dan riset. Namun, berat bagi saya untuk terus membuat konten baru tanpa dukungan dari Anda. Bila Anda menyukai dan membutuhkan konten-konten yang saya sampaikan dan ingin agar tetap eksis, Anda bisa mendukung dengan menyumbang ke rekening BNI. 305812644 an. Eric Kunto Aribowo. Mohon ditambahi 1 rupiah agar mudah dideteksi, misal Rp5.001,00. Anda juga dapat melakukannya dengan cara melakukan TOP UP GoPay ke nomor 085643102840. Terimakasih banyak sebelumnya.”

Narasi di atas mulai saya publikasikan secara terbatas pada acara Kahoot!: Gamifikasikan Pembelajaranmu, tepat satu minggu yang lalu. Silakan tonton video rekamannya di sini. Dari polling yang saya sisipkan pada kahoot, sebanyak 184 peserta (92%) setuju dengan penyelenggaraan pelatihan sistem donasi, sedangkan sisanya 17 peserta (17%) memilih dengan sistem berbayar, seperti tradisi yang biasanya dilakukan.

 

Sebenarnya, apa perbedaan kedua sistem ini? Mari kita kupas satu per satu.

  1. Aksesibilitas, pelatihan dengan sistem berbayar (berapa pun besarnya biaya) otomatis akan mengakses pintu kesempatan bagi calon peserta (yang memiliki motivasi belajar yang tinggi) untuk dapat mengikuti kegiatan apabila yang bersangkutan memiliki kendala terkait finansial. Mengapa? Karena syarat mengikuti kegiatan adalah membayarkan dengan besaran biaya tertentu. Kebalikannya, untuk sistem donasi siapapun berhak mengikuti. Bahkan, bagi yang memiliki kendala finansial yang bersangkutan tidak memberikan donasi pun tidak mengapa karena prinsipnya adalah subsidi silang. Donasi bersifat sukarela, tanpa paksaan. Dengan kata lain, semua memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu.
  2. Besaran nominal yang dikeluarkan, coba saja Anda hitung pelatihan yang Anda ikuti dalam satu tahun terakhir ini. Berapa total biaya yang telah Anda habiskan? Sistem donasi, karena lagi-lagi didasari atas dasar sukarela Anda tidak perlu memberikan donasi setiap kali Anda mengikuti kegiatan.
  3. Empati, donasi menggerakkan hati, mengasah empati.

 

Dalam berbagi, kita tidak melihat untung-rugi karena untung-rugi sangat erat kaitannya dengan bisnis. Jika Anda berpikir bahwa sistem donasi yang saya terapkan ini menguji saya, Anda keliru. Sebenarnya, Anda lah yang diuji. Jangan sampai ketika ada pelatihan dengan biaya Rp250.000,00 Anda mampu membayar dan mengikuti, namun ketika pelatihan dengan sistem donasi tak satu rupiahkan Anda rela untuk mengeluarkannya.

Barangkali Anda pernah mendengar tentang adanya crowdfunding atau galang dana “Dukungan Indonesia untuk R80“, sebuah galang dana untuk memroduksi pesawat terbang sendiri buatan Indonesia. Total dana terkumpul mencapai Rp 9.502.800.229,00 (sembilan milyar) dari total 27.318 Donasi (diakses hari ini).

Almarhum Prof. Habibie menyebutkan bahwa:

Crowdfunding nilai utamanya bukan di jumlah donasi, tapi sebagai bukti dukungan atas kebangkitan teknologi Indonesia!

Ya, donasi tidak diukur dari besar-kecilnya donasi yang diberikan. Namun, pada kontribusi dan komitmen Anda dalam mendukung sebuah gerakan. Jika Anda tidak percaya sistem donasi ini dapat dilakukan, berikut adalah laporan dana masuk yang saya terima dari beberapa media.

Tanggal OOREDOO TELKOMSEL BNI GOPAY TOTAL
18 Mei 2020 100.001 100.001
17 Mei 2020 100.000 100.000
16 Mei 2020 20.000 20.000
15 Mei 2020 100.001 100.001
15 Mei 2020 150.001 150.001
14 Mei 2020 40.001 10.001 50.002
14 Mei 2020 150.000 150.000
14 Mei 2020 200.000 200.000
13 Mei 2020 200.001 20.001 220.002
13 Mei 2020 50.000 50.000
12 Mei 2020 200.001 200.001
09 Mei 2020 100.000 100.000
08 Mei 2020 100.000 100.000
06 Mei 2020 100.000 100.000 200.000
06 Mei 2020 150.000 150.000
JUMLAH 270.000 100.000 1.140.006 380.002 1.890.008

 

Sekali lagi, ini bukan untung-rugi karena saya tidak melakukan bisnis.

 

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu/bpk yang telah melakukan donasi. Insyaallah hasil donasi ini akan saya gunakan untuk kepentingan khalayak luas. Di samping itu, sisanya akan saya pergunakan untuk membeli webcam portabel dan akan saya kirimkan ke Perlak, Malaysia kepada cikgu Goh yang telah menginspirasi guru-guru di Indonesia pada agenda 2 Mei yang lalu.

 

Open Donation oleh Eric Kunto Aribowo

Add Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *